Tampilkan postingan dengan label Blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blog. Tampilkan semua postingan
5 Feb 2011

7 Ways to Write Better Blog Posts

1. Find Your Niche

If you are planning to blog about life in New York City, understand ahead of time that no one’s really going to pay attention. The world is saturated with blogs, and while you may have a unique or engaging writing style and your stories about NYC may be completely mind blowing, people just aren’t drawn to blogs on such general subjects.
You need to look for a way to create a market and then corner it — what is it about your experience in New York that makes your voice worth listening to? A blog about the best out-of-the-way restaurants or your experience in graduate school at NYU is infinitely more interesting than a generic “NYC blog.”
The idea here is to blog in such a way that what you’re writing may be of use to someone else on the Internet. Make your blog about NYC interesting to people about to move there, or students applying to your graduate program. After all, creating a community is a huge part of the blogging experience.

2. Have a Goal

Your blog should have a purpose. You don’t need to be blogging to raise money for a political cause or blogging so you can sell your handmade trinkets — but there should be a purpose to your blogging. Bigger than that, each post on your blog should have its own goal.
Are you attempting to draw more readers in? Then link and talk about other bloggers. Ask questions of your audience. Post a poll — anything to get people involved. Or maybe your goal is just to add some content to your blog — add away. The point is, each blog post should be driven by something other than “Here I am writing on my blog.” Writing with a goal in mind will almost always produce better writing.

3. Write a Snappy Title

Blog post titles do count for something. Some say that a blog post’s title can make or break the blog. Target your blog post title to your blog’s goal — if you’re worried about your blog’s search traffic, you should use a title that can draw search engines, something simple and short.
Some people prefer to write titles to be funny or to draw people in with an outrageous phrase — if that’s the case, be creative. Sometimes people really do see a cool blog post title and click through to read what you have to say.

4. Use Appropriate Blog Style

Surely you’re already using proper grammar and spelling in your blog posts — now you need to think about the style of the blog itself.
Your blog can have whatever tone you want, from casual to formal. Your blog’s subject and the goal of the blog will influence this — a blog about the medical field may be fairly formal, while a conversational blog about being a Red Sox fan is likely to be more conversational. In general, blogging is far more conversational than journalism, but you don’t have to follow the trend.
Yes, vocabulary matters. Too many bloggers thumb their thesauruses to appear professional or intelligent, but in general, your blog’s style is best when it is conversational and informal.

5. Link It Up

Adding relevant links to other blogs is the best way to join the community of bloggers. When you link to another blogger’s post, and maybe spend the time to show the original blogger your post, you’re creating a bond between yourself and another blogger. These kinds of associations are often lucrative in terms of attracting readers to your blog, and if nothing else, it is good behavior in the blog world.
But links don’t have to be external — if you write pretty consistently on a certain topic, you may find it useful to link to your own pasts posts on the subject in the body of the blog. This will get readers peeking around the rest of your blog, and allows people to follow the entirety of an ongoing story on your blog. That’s called continuity.

6. Add Visuals

When you add images and other media to your blog, you are adding color to your page. Your blog will be easier to read with the addition of a graphic, and for some unknown reason, blog posts with visuals tend to have more views. This isn’t to say that a text-only blog would never work, but it is easier to excite your audience and keep them reading if you keep their eyes engaged with images.
Visuals don’t have to mean just images — try highlightiing important sections of your blog post to draw the reader’s eyes to something important. Anything you can add visually will make your blog post that much more readable.

7. Start All Over Again

Once you’ve gone through all these steps and improved your blog, you need to start the process all over again. Never stop improving your blog or your blog writing style.
Look back at your new blog posts — do you see any bad writing? Poorly worded phrases? Opportunities for links that you missed? Re-evaluating your blog changes is a huge part of writing good blog posts. There are lots of things to troubleshoot. Just don’t leave it be. Try something. Try something with each new post. Change one element at a time and see if things improve. You have to constantly change your game plan to keep people interested in what you have to say.
We all want to write better blog posts. You may be well-versed in the art of literary or journalistic writing, but can’t draw blog readers if your life depended on it. Making the small changes above should increase your blog traffic dramatically.

13 Nov 2010

Jangan Malu untuk Memulai "Nge-blog"

Pada masa awal kelahirannya, blog atau situs pribadi dianggap sebelah mata, bahkan cenderung dilecehkan. Sampai sekarang pun sikap nyinyir terhadap bloger tidak pernah hilang. Disebutlah bloger itu narsis yang buang-buang waktu percuma. Persis lahirnya sebuah revolusi, kehadiran awalnya diragukan.
Sekarang, orang yang melek internet tetapi belum nge-blog, istilah merujuk aktivitas dalam membuat dan mengisi blog, dianggap tertinggal zaman. Blog sudah menjadi gaya hidup, mulai dari anak sekolah dasar, selebriti, sampai menteri. Bahkan, 94 dari 96 suratkabar cetak terbaik di Amerika Serikat memiliki blog. Hanya empat surat kabar saja yang "jadul" alias terseret zaman karena tidak memiliki blog.
Jelaslah, di belahan dunia sana blog sudah masuk salah satu kriteria penting sebagai penentu berkualitas tidaknya sebuah surat kabar. Beberapa surat kabar cetak di Indonesia sudah memiliki kesadaran lebih dini dengan membuat blog sebagai tempat curhat para wartawannya atau tempat mengekspos kegiatan keseharian surat kabar itu, yang tidak mungkin termuat dalam surat kabar.
Di Eropa atau Amerika, surat kabar online pun memiliki blog sendiri-sendiri, plus blog pribadi wartawannya yang bisa diklik di jajaran navigasi global pada tampilan surat kabar online tersebut. Ada "cerita di balik berita" yang lebih bebas terungkap dalam blog, yang kadang justru lebih menarik daripada peristiwa itu sendiri.
Ada forum dialog intens yang hangat antara wartawan dan para pembaca. Ada keakraban di sana. Seluruh wartawan, editor, dan pemilik surat kabar bisa disapa serta ditanya tentang berbagai hal. Wartawan yang menulis berita tidak lagi asal lempar tulisan setelah itu tutup telinga: "terserah tulisanku mau dibaca atau tidak, pokoknya masa bodoh".
Hubungan antara koran yang diwakili wartawan dan para pembacanya menjadi berjarak. Wartawan kerap dicap sebagai "orang pintar" yang duduk di menara gading, yang sulit dan tidak bisa disapa pembaca. Akan berbeda persoalannya jika sebuah surat kabar memiliki blog sendiri. Suasana lebih akrab bisa terjalin karena dipersatukan minat yang sama. Wartawan yang biasa menulis rubrik khusus, seperti otomotif, teknologi informasi, dan politik, memiliki "basis massa" pembaca yang luar biasa besar.
Sayang, selama ini aliran informasi hanya satu arah sifatnya. Tidak ada dialog interaktif untuk menangkap umpan balik (feedback) pembacanya, yang kemungkinan ada persoalan baru lainnya yang muncul dari hasil dialog interaktif itu untuk bahan tulisan berikutnya. Bukankah dalam dunia media online ada adagium bahwa berita adalah percakapan itu sendiri?
Wartawan memang manusia supersibuk yang tidak punya waktu membalas sapaan pembacanya di blog. Membalas sapaan pembaca di blog berarti buang-buang waktu sehingga waktu untuk menulis tersita. Tentu saja wartawan tidak harus memelototi blog tiap hari. Kalau tidak punya waktu, barangkali cukup seminggu sekali, sebulan dua kali, atau boleh juga sebulan sekali. Sekadar "say hello" saja kepada pembacanya.
Maka, berkumpulnya para blogger dari berbagai penjuru Tanah Air di Blitz Megaplex Jakarta, 27 Oktober lalu, menjadi penting. Selain menunjukkan keberadaan para blogger, ada semangat memperekat komunitas blogger. Meski belum pernah bertemu secara fisik dan hanya bertutur sapa di dunia maya lewat media maya, toh pertemuan itu menjadi "kopi darat" pertama yang terbesar. Beberapa wartawan peliput acara yang kemudian diklaim sebagai "Hari Blogger Nasional" itu adalah bloger, karena kesadaran mereka untuk berada dalam satu komunitas yang sama, yang sudah terbiasa saling menyapa dalam dunia maya.
Jumlah 130.000 blogger Indonesia belum apa-apa dibandingkan dengan penduduk Indonesia yang sudah menyundul angka 230 juta jiwa. Namun, melihat antusias orang yang terus membuat blog di seluruh dunia, jumlah itu rasanya terlalu kecil. Tengok Wordpress, salah satu situs penyedia blog terdepan saat ini, di mana setiap harinya mencatat 50.000 pembuat blog baru. Anda? Jangan malu untuk memulai!
Sumber : Harian Kompas
24 Okt 2010

Membuat Auto Read More pada Blog


Sebelum mengawali tulisan ini, mungkin topik posting kali ini tidak ada apa-apanya bagi para master blogger, tetapi mungkin bagi blogger pemula, posting ini rasanya patut untuk dibaca dan diterapkan di blognya.
OK, kita mulai. Posting kali ini adalah mengenai cara untuk mempersingkat tampilan content posting kita di halaman blog. Hal ini mutlak dibutuhkan untuk mempersingkat waktu loading blog kita. Mungkin kita sering mengalami kejadian sewaktu membuka blog milik orang lain, kita membutuhkan waktu lama untuk loading halaman blognya. Tentu bukan sesuatu yang nyaman bukan. Apalagi kalau koneksi internet kita pas-pasan, bisa bikin stress. Nah, apa yang bisa kita lakukan untuk mempersingkat waktu loading halaman blog tersebut? Banyak cara, salah satunya adalah dengan mempersingkat tampilan content posting kita. Tentu bukan dengan cara memposting sesuatu dengan sesingkat-singkatnya, tapi kita akan memotong content posting kita, sehingga hanya sebagian awalnya saja yang akan muncul di halaman blog kita. Dengan mempersingkat waktu loading blog kita, kita mengharapkan agar pengunjung bisa nyaman mengunjungi blog kita dan berharap mereka bersedia mengunjungi blog kita lagi, yang secara otomatis akan menaikkan traffic blog kita. Menarik bukan? Lalu bagaimana caranya? Berikut ulasannya:

1. Login ke blogger untuk mengedit blog kita.
2. Klik Rancangan.
3. Pilih tab Edit HTML.
4. Beri tanda centang di kotak kecil sebelah kiri Expand Template Widget.
5. Cari kode </head>
6. Kemudian copy paste kode Auto Read More berikut ini sebelum </head> kode :

<script type='text/javascript'>
summary_noimg = 800;
summary_img = 650;
img_thumb_height = 150;
img_thumb_width = 200;
</script>
<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[

function removeHtmlTag(strx,chop){
    if(strx.indexOf("<")!=-1)
    {
        var s = strx.split("<");
        for(var i=0;i<s.length;i++){
            if(s[i].indexOf(">")!=-1){
                s[i] = s[i].substring(s[i].indexOf(">")+1,s[i].length);
            }
        }
        strx =  s.join("");
    }
    chop = (chop < strx.length-1) ? chop : strx.length-2;
    while(strx.charAt(chop-1)!=' ' && strx.indexOf(' ',chop)!=-1) chop++;
    strx = strx.substring(0,chop-1);
    return strx+'...';
}

function createSummaryAndThumb(pID){
    var div = document.getElementById(pID);
    var imgtag = "";
    var img = div.getElementsByTagName("img");
    var summ = summary_noimg;
    if(img.length>=1) {  
        imgtag = '<span style="float:left; padding:0px 10px 5px 0px;"><img src="'+img[0].src+'" width="'+img_thumb_width+'px" height="'+img_thumb_height+'px"/></span>';
        summ = summary_img;
    }
  
    var summary = imgtag + '<div>' + removeHtmlTag(div.innerHTML,summ) + '</div>';
    div.innerHTML = summary;
}

//]]>
</script>


Pastikan kode di atas di paste sebelum kode </head>

7. Jika sudah, masih di Edit HTML, cari lagi kode <data:post.body/>
8. Jika sudah ditemukan, maka ganti kode tersebut dengan kode berikut:


<b:if cond='data:blog.pageType != &quot;static_page&quot;'>
<b:if cond='data:blog.pageType != &quot;item&quot;'>
<div expr:id='&quot;summary&quot; + data:post.id'><data:post.body/></div>
<script type='text/javascript'>createSummaryAndThumb(&quot;summary<data:post.id/>&quot;);</script>
<div><a expr:href='data:post.url'>Read the rest of this entry &#187;</a></div>
</b:if>
</b:if>
<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'><data:post.body/></b:if>

<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;static_page&quot;'><data:post.body/></b:if>

Pastikan kode <data:post.body/> sudah direplace dengan kode di atas.
Selesai. Kemudian klik save template.
Jika semua kode sudah dimasukkan dengan benar, maka hasilnya dapat langsung anda lihat.

Pada auto read more ini, kita dapat mengatur berapa banyak karakter content posting blog kita yang ditampilkan, sesuka kita. Berikut keterangannya:
Pada kode yang kita copy pastekan pertama kali tadi, kita akan menemui kode seperti ini:

summary_noimg = 800;
summary_img = 650;
img_thumb_height = 150;
img_thumb_width = 200; 

- angka 800 menunjukkan berapa banyak karakter akan ditampilkan di posting tanpa gambar / thumbnail.
- angka 650 menunjukkan berapa banyak karakter akan ditampilkan di posting dengan gambar / thumbnail
- angka 150  menunjukkan thumbnail tinggi dalam piksel  
- angka 200 menunjukkan thumbnail lebar dalam piksel
kita dapat mengganti angka-angka tersebut sesuka hati kita sampai kita menemukan ukuran berapakah yang cocok untuk blog kita. 
Selain untuk mempersingkat waktu loading, trik ini juga terbukti bisa mempercantik tampilan blog kita. Dengan semakin singkatnya waktu loading blog kita dan semakin cantiknya tampilan blog kita, maka diharapkan akan semakin banyak pula pengunjung blog kita, yang tentunya akan semakin menaikkan traffic pengunjung blog kita. 
Demikian sedikit ulasan tentang Auto Read More. Semoga bermanfaat. Sukses!
16 Okt 2010

Belajar Nge-blog

Dewasa ini, perkembangan teknologi semakin nyata terlihat. Manusia semakin dimanjakan dengan segala kemajuan teknologi yang, di satu sisi, sangat membantu kehidupan manusia tapi di sisi lain teknologi mampu menggerus segala hal yang berbau tradisional. Mungkin kita masih ingat, saat buku diary mengalami masa kejayaan, sampai diangkat ke layar lebar dengan Catatan Si Boy. Mungkin kalau film itu masih diputar di jaman sekarang, pasti udah tidak relevan lagi. Karena di jaman kemajuan ini, udah ada sebuah hasil kemajuan teknologi yang mampu menggantikan peran diary. Bahkan melebihinya. Ya, yang kumaksud adalah blog. Semacam buku elektronik dimana kita bisa menulis apa saja di dalamnya. Tetapi untuk memanfaatkan semua fitur yang tersedia dalam blog, tentu bukan perkara mudah. Kita perlu banyak belajar untuk mengetahui apa saja yang bisa dilakukan oleh sebuah blog selain sebagai tempat menuangkan curahan hati. Dan belajar tidak melulu berhubungan dengan bangku sekolah. Karena pelajaran bisa kita dapatkan dari mana saja. Salah satunya Internet. Oleh karena itu, lebih bijaksana kiranya kalau kita, sesama pengguna internet untuk saling bertukar pikiran, bertukar pendapat dan saling membantu. Karena dengan begitulah manfaat dari kemajuan teknologi ini bisa kita rasakan secara nyata.