Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan
27 Nov 2010

600.000 Perokok Pasif Tewas Tiap Tahun

Seseorang yang tidak merokok, tetapi berada di sekitar orang yang merokok dan mengisap asap rokok, atau disebut juga perokok pasif, akan ikut terkena dampak dari bahaya rokok. Menurut data, lebih dari 600.000  perokok pasif tiap tahunnya meninggal.

Dalam sebuah penelitian pertama yang melihat dampak kesehatan perokok pasif, para peneliti menemukan 40 persen anak-anak dan lebih dari 30 persen pria bukan perokok setiap harinya ikut menghirup asap rokok yang berasal dari rokok perokok aktif.

Data yang dikumpulkan, dari 192 negara itu menemukan bahwa tiap tahunnya 379.000 orang meninggal akibat penyakit jantung, 165.000 akibat penyakit pernapasan, 36.900 akibat asma, dan 21.400 meninggal akibat kanker paru. Apabila diakumulasi, angka tersebut mencapai 1 persen dari penyebab kematian secara global.

"Data tersebut membantu kita memahami dampak nyata dari tembakau. Kombinasi antara penyakit infeksi dan menjadi perokok pasif bisa berakibat mematikan," kata Armando Peruga, program manajer dari WHO Tobacco-Free Initiative yang melakukan penelitian ini.

Ia menjelaskan, WHO menaruh perhatian terhadap angka kematian pada anak-anak akibat infeksi pernapasan sebagai dampak dari asap rokok yang tiap tahunnya mencapai 165.000 korban tewas, terutama di Asia Tenggara dan Afrika.

Data WHO menyebutkan, negara yang penduduknya paling banyak terpapar asap rokok adalah Eropa dan Asia. Sementara itu, jumlah terendah ada di Amerika, Mediterania timur, dan Afrika.

Perempuan yang sering terpapar asap rokok menderita kerugian yang paling besar dengan jumlah kematian 281.000. Di banyak negara, 50 persen perempuan menjadi perokok pasif.
Sumber : Harian Kompas

Lindungi Otak dengan Kopi

Ternyata, kopi tidak selamanya buruk untuk tubuh. Penelitian mengenai dampak kopi bagi kesehatan sudah cukup banyak. Yang terbaru menyebutkan, kopi bisa melindungi otak Anda dari risiko kanker.

Manfaat kopi yang luar biasa itu terungkap setelah para peneliti mengikuti kesehatan 500.000 orang Eropa selama delapan tahun. Mereka yang minum satu setengah cangkir kopi sehari memiliki risiko terkena kanker otak 34 persen lebih rendah.

Banyak orang yang tidak mengetahui bahwa kopi sebenarnya kaya akan antioksidan. Seperti diketahui, sudah banyak fakta-fakta yang menunjukkan manfaat antioksidan untuk pencegahan penyakit.

Meski hasil penelitian tersebut cukup membuat para pencinta kopi sedikit lega, tetapi perlu dicatat bahwa tipe kanker otak yang bisa dicegah oleh kopi terbilang langka.

Sebelumnya, hasil-hasil penelitian menunjukkan kopi punya manfaat pencegahan beberapa jenis penyakit, seperti diabetes tipe 2 dan Alzheimer. Manfaat kopi lainnya mungkin sudah sering Anda rasakan, yakni lebih bersemangat dan meningkatkan konsentrasi.
Sumber : Harian Kompas
28 Okt 2010

Betulkah Ponsel, Mp3, dan Laptop Berbahaya?

Banyak barang-barang berteknologi tinggi digunakan untuk membantu menyelesaikan tugas dan sebagai alat komunikasi andalan banyak orang. Seperti laptop dan telepon genggam, tak henti-hentinya digunakan dalam setiap aktivitas manusia di dunia.
Namun, sadarkah, akan bahaya di balik penggunaan barang-barang berteknologi tinggi tersebut. Dan benarkah penggunaan telepon genggam dapat menyebabkan kerusakan pada otak manusia?
Agar mengetahui kebenarannya, ketahui fakta dan mitos seputar barang berteknologi tinggi seperti dikutip dari laman The Sun berikut ini:

1.Ponsel dan tumor otak:
Penelitian terbaru menunjukkan tidak ada hubungan yang jelas antara ponsel dan kanker otak. Jika Anda tetap merasa resah akan adanya isu tersebut, ada baiknya selalu menggunakan satu set hands-free saat berkomunikasi dengan ponsel Anda.

2. MP3 dan gangguan pendengaran:
Mendengarkan musik melalui MP3 tidak akan menyebabkan gangguan pendengaran, selama volume yang dipasang berada dalam batas wajar. Yang menjadi masalah, jika volume yang Anda pasang menghasilkan kebisingan yakni jika tingkat kebisingannya mencapai 120 desibel lebih, setara dengan mesin jet.
Dan memang benar bahwa tingkat volume musik yang sangat tinggi dapat menyebabkan ketulian, dering di telinga dan sakit kepala, setidaknya dalam jangka pendek. Tapi efek jangka panjang belum jelas.

3. Laptop menimbulkan gangguan kesuburan:
Banyak pengguna laptop meletakkan gadget ini di paha ketika mesin dinyalakan. Bahayakah? Mereka dapat menghangatkan skrotum Anda dengan dua atau tiga derajat. Tapi itu tidak diketahui secara pasti, apakah benar bisa memanggang testikel Anda dan mempengaruhi kesuburan Anda.

Teh dan Kopi Cegah Kanker Otak

Sudah banyak penelitian yang menyebut efek positif teh dan kopi bagi kesehatan. Studi terbaru menunjukkan, konsumsi dua minuman populer itu setiap hari bisa mengurangi kemungkinan terkena kanker otak.
Kesimpulan itu berdasarkan analisis data tentang kebiasaan diet lebih dari 410 ribu pria dan wanita usia antara 25 dan 70. Studi melibatkan partisipan dari berbagai negara seperti Prancis, Belanda, Italia, Spanyol, Inggris, Yunani, Denmark, Norwegia, Swedia dan Jerman.
Tim merekrut para partisipan antara 1991 dan 2000 ini. Mereka kemudian melakukan pengamatan dan mempelajari kebiasaan dan kondisi kesehatan para partisipan selama 8,5 tahun. Mulai dari asupan makanan, minuman, hingga penyakit yang diderita.
Selama penelitian, terdiagnosis sejumlah kasus baru antara lain, 343 kasus glioma 245 kasus meningioma, juga penyakit kanker lain yang memengaruhi jaringan pelindung mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang.
Hasil penelitian menunjukkan, kopi dan teh mampu melindungi seseorang terhadap kanker otak, khususnya dalam bentuk glioma, sebuah kanker dari sistem saraf pusat yang berasal dari otak atau sumsum tulang belakang.
Tim peneliti menemukan bahwa minum 100 mL (atau 0,4 cangkir) teh atau kopi per hari atau lebih bisa menurunkan risiko glioma dengan persentase 34 persen. Studi ini diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition edisi November.

Mengapa Anda Perlu Rutin ke Dokter Gigi

Jarang memeriksakan barisan mutiara Anda ke dokter gigi, karena takut? Jika iya, jangan biarkan ketakutan ini membuat Anda 'alergi' mengecek kesehatan gigi. Sebab, ada beberapa penyakit yang berhubungan erat dengan kondisi kesehatan gigi dan mulut.
Jika kebersihan dan kesehatan gigi Anda terjaga, tubuh juga akan kebal terhadap penyakit dan gangguan kesehatan berikut ini, seperti dikutip dari Shine.
1. Penyakit jantung
Studi yang dilakukan peneliti di Berkeley University, AS, menemukan, wanita yang merawat giginya dengan baik memiliki risiko rendah terkena serangan jantung.
"Orang yang punya infeksi kronis di rongga mulut punya risiko tinggi terkena serangan jantung, stroke, dan penyakit arteri koroner, "kata Sally Cram, penasihat konsumen untuk American Dental Association dan periodontist di Washington, DC
Cram menambahkan, "Bila Anda memiliki infeksi di sekitar gusi dan gigi, yang masuk ke dalam darah Anda, kondisi ini akan mempertebal dan menyempit tempat mereka. Jika Anda memiliki riwayat keluarga penyakit jantung, sangat penting untuk waspada tentang kesehatan mulut dan gigi."
2. Kanker mulut
Tiap kali Anda mendapatkan perawatan gigi, keadaan gigi dan sekitarnya akan diperiksa sekaligus untuk mencari tahu apakah ada bengkak atau radang.
“Seringkali, kanker mulut tidak menunjukkan gejala. Dokter gigilah yang dapat menunjukannya pada Anda.” “Orang yang punya risiko tinggi terkena penyakit ini adalah perokok, dan orang yang sering konsumsi minuman beralkohol.”
3. Kekurangan gizi
Dengan melihat lidah dan gusi, dokter gigi mungkin dapat memberitahu jika tubuh kekurangan vitamin tertentu dan nutrisi. Yang perlu diwaspadai adalah warna lidah pucat, yang bisa menjadi tanda kekurangan zat besi.
4. Diabetes
Kondisi gigi dan gusi dapat menunjukkan apakah Anda terkena diabetes atau tidak. Jika Anda memiliki riwayat keluarga yang terkena diabetes, Cram menyarankan agar Anda rutin berkonsultasi dengan dokter gigi. Mungkin kemudian Anda direkomendasikan untuk memeriksakan gigi secara rutin 2-4 kali setahun.

Empat Perusak Gigi

Kerusakan gigi tak hanya dipicu kebiasaan malas menyikat gigi. Ada sejumlah kebiasaan yang mungkin tak Anda sangka bisa memicu permasalahan gigi.
Berikut empat pemicu kerusakan gigi yang tidak diketahui banyak orang, seperti dikutip dari Shine.
1. Minuman asam
Penelitian terbaru Universitas Birmingham menemukan, konsumsi minuman suplemen olahraga memicu erosi gigi serius dan infeksi. Peneliti menguji dua minuman yang tidak disebutkan namanya dan menemukan kandungan yang dapat meluruhkan email gigi.
Kondisi itu kemungkinan akibat tingkat keasaman yang bertentangan keseimbangan PH normal mulut. Soda dengan bahan kimia seperti asam aspartam juga dapat membuat bagian gigi mengalami aus. Bahkan, jus yang sangat asam juga dapat menyebabkan infeksi dan erosi dari waktu ke waktu.
2. Olesan Lipstik
Menurut penelitian tim dari Universitas Sao Paulo, Brazil, lipstik yang mengandung parafin dapat mengikis enamel gigi. Saat enamel terkikis, gigi menjadi berpori dan menciptakan tempat tumbuhnya bakteri. Efeknya adalah kerusakan gigi, infeksi dan patah. Sebaiknya, pilih lipstik yang tidak mengandung parafin.
3. Karbohidrat
Produk camilan berkarbohidrat tinggi juga tidak baik untuk gigi. Setelah dipecah menjadi gula sederhana efeknya sama dengan gula yang menempel pada gigi. Gula menyebabkan bakteri dan plak yang menyebabkan penyakit gusi dan rongga gigi.
4. Terlalu sering menyikat gigi
Menurut American Dental Association, terlalu sering menyikat gigi bisa membuat abrasi pada gigi. Akibatkanya gigi menjadi lebih sensitif dan mudah merasa ngilu. Untuk menghindarinya, pilih sikat gigi yang yang berbulu lembut dan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif.
25 Okt 2010

Perempuan Golongan Darah O Sulit Hamil?

Golongan darah O adalah yang paling umum di dunia. Sayangnya, para peneliti menemukan bahwa perempuan dengan golongan darah ini ternyata meningkatkan risiko masalah kesuburan hingga dua kali lipatnya. Dengan demikian, semakin usia bertambah, perempuan O juga akan kesulitan hamil.
Hampir setengah dari populasi perempuan di Inggris (44 persen) memiliki golongan darah O. Sebanyak 42 persen memiliki darah A, dan 14 persen tipe AB. Banyak perempuan yang tidak tahu apa golongan darahnya, dan baru tahu ketika hendak mendonorkan darah atau menjalani tes ketika sakit atau hamil.

Nah, menurut para peneliti Amerika, mereka yang bertipe darah O cenderung memiliki cadangan ovarium yang rendah (sisa jumlah telur yang masih sehat) dibandingkan golongan darah lainnya. Padahal, cadangan ovarium ini sendiri akan menurun sepanjang hidup perempuan. Bayi perempuan yang baru lahir mempunyai 2 juta telur, namun ketika memasuki masa pubertas jumlahnya menurun hingga 400.000. Begitu usia perempuan memasuki 40 tahun, jumlah tersebut akan tersisa beberapa ratus saja.

Untuk mendapatkan penemuan ini, para peneliti dari Yale University dan Albert Einstein College of Medicine, di New York, menguji golongan darah 563 perempuan di bawah usia 45 tahun, yang sedang menjadi perawatan kesuburan. Mereka membandingkan kadar Follicle Stimulating Hormone (FSH), senyawa kimia dalam darah, pada responden. Kadar FSH yang tinggi (lebih dari 10) menunjukkan bahwa seorang perempuan memiliki cadangan ovarium yang rendah, dan akan sulit hamil.
Mereka yang bergolongan darah O cenderung memiliki tingkat FSH di atas 10 hingga dua kali lipatnya. Sedangkan yang kadar FSH-nya di atas 20 dianggap sudah tidak subur. Oleh karena itu, para peneliti mengatakan, kelak perempuan bisa membuat keputusan kapan akan mulai hamil berdasarkan golongan darahnya ini.

Meskipun demikian, banyak pula perempuan tipe O yang berhasil mempunyai anak, karena ada sejumlah faktor lain yang memengaruhi kesuburan, seperti usia, berat badan, dan konsumsi alkohol.

"Kami mendapati bahwa perempuan dengan golongan darah A dan AB, perempuan dengan gen golongan darah A, dilindungi dari problem penurunan cadangan ovarium," papar Dr Edward Nejat, dari Albert Einstein College of Medicine.

Problem lain yang akan dihadapi oleh orang bergolongan darah A adalah peningkatan risiko radang sendi dan infeksi perut seperti akibat bakteri E-coli. Sedangkan orang tipe A dan AB cenderung menderita penyakit jantung dan stroke.
Sumber: Harian Kompas
12 Okt 2010

Sinusitis Maxillaris (Part 2)

Nah... ini sambungan dari posting sebelumnya tentang sinusitis maxillaris. Setelah pada posting sebelumnya aku udah njelasin panjang x lebar x tinggi (lho??), sekarang akan aku jelasin, atau lebih tepatnya ceritain, tentang bagaimana penanganan medis kalau, setelah dilakukan pemeriksaan, positif ada cairan masuk ke rongga sinus, dalam hal ini rongga sinus maxilla (terdapat di kedua sisi pipi). Seperti udah aku tulis di posting sebelumnya, hari ini adalah hari yg akan ku inget sepanjang hidup. Kenapa? karena pada hari ini, tanggal 12 Oktober 2010, aku akhirnya menjalani operasi pengangkatan cairan di rongga Sinus Maxilla (Sinusitis Maxillaris). Bertempat di RSUD dr. Saiful Anwar Malang, operasi dilakukan tepat pukul 11.15 WIB setelah melalui serangkaian tes pra operasi, antara lain tes alergi, yg dilakukan untuk mengetahui apakah pasien memiliki alergi terhadap suatu jenis barang/obat tertentu atau tidak. Setelah proses tes alergi selesai pada pukul 10.30, aku langsung bergegas pergi ke Ruang 21(yg jelas bukan 21 tempat nonton film di mall-mall), untuk segera dilakukan tindakan medis berupa operasi irigasi rongga sinus maxilla. Penanganan pertama adalah memberikan obat bius ringan pada kedua lubang hidung. Selanjutnya aku disuruh menunggu sekitar setengah jam agar obat bius tadi bekerja. Setelah setengah jam lamanya aku menunggu, mulai deh tindakan medis dilakukan. Pertama, tentu, aku disuruh pake baju khas operasi, baju panjang warna hijau, yg jadi kelihatan serem kalau dipake di ruang operasi. Setelah itu aku disuruh duduk di sebuah kursi yg berlampu besar di atasnya (syereeemm). Udah duduk manis, hidungku disemprot dg obat bius keras. Obat inilah yg membuat hidungku mati rasa. Parahnya cairan itu menetes ke bibir dan lidah. Alhasil, bibir dan lidah ikutan mati rasa. Setelah dokter meyakinkan bahwa hidungku udah mati rasa, mulai deh operasi dilakukan. Tapi sebelumnya mataku ditutup pake kain. Kata dokternya sih biar gak takut. Aku pasrah aja deh. Setelah dokter meyakinkan kalau aku udah ga bisa liat, mulai hidungku digorok-gorok (aaahhhh....). Pada saat semua peralatan dokter menyentuh bagian dalam hidungku, emang ga kerasa apa-apa, tetapi pas sebuah benda tumpul mulai mencoba menggedor tulang di pipiku, pipi serasa remuk. Ya, itulah rongga sinus yg di dalamnya terdapat cairan tadi. Dokter mencoba membuat 'jalan' untuk memasukkan selang yg selanjutnya akan dialiri air masuk ke dalam rongga sinus tadi. Ternyata membuat 'jalan' tadi sama sulitnya dg saat Daendels membuat jalan antara Anyer-Panarukan (sok sejarawan). Saat itu sebuah benda dipaksa untuk bisa masuk menembus tulang di pipiku. Saat benda itu dipaksa masuk terdengar suara "krek" tanda benda tadi udah berhasil membobol tulang di pipiku tadi (hooreeeee...). Setelah 'jalan' dibuat, selang mulai dimasukkan. Hidungku dialiri lebih dari segalon air (hwaduhhh). Setelah terasa ada cairan masuk ke dalam pipiku, seketika itu juga cairan tadi keluar dari hidungku. Hampir 5X hidungku dialiri air. Setelah dipastikan cairan tadi keluar semua, tak lupa juga dimasukkan obat (kata dokternya sih)ke dalamnya. Selang dilepas dan hidungku dimasukin kapas sampe menembus bagian pangkal hidung dan operasi dinyatakan selesai. Uppss,, itu untuk yg kiri, yg kanan belum mas (kata dokternya). Ya, pada hari ini dilakukan 2X operasi di 2 lubang hidungku karena menurut hasil foto rontgen diketahui aku menderita Sinusitis Maxillaris pada kedua sisi atau istilah kerennya Sinusitis Maxillaris Bilateral. Jadiiii.... tindakan medis tadi dilakukan kembali persis seperti di atas, tetapi pada lubang hidungku yg sebelah kanan. Penderitaan belum usai (pikirku).. Setelah hampir setengah jam aku berjuang di dalam kamar operasi, operasi akhirnya dinyatakan selesai total. Hidungku dimasukin kapas pada kedua lubang. Alhasil, napas pun susah. Apalagi buat nelan, butuh perjuangan. Setelah itu, cairan campur darah terus menerus keluar dari hidung. Sampe sama susternya dikasih segebok kain kassa buat persediaan kalau terus keluar cairan dari hidungku (trims sust). Akhirnya, setelah ribet mengurus obat, pukul 14.30 tettt, aku keluar dari Rumah Sakit dr. Saiful Anwar Malang dg terus menempelkan kain kassa di hidungku yg telah berisi kapas di dua lubangnya (mirip m*yat... Hiiiiiiii......). Dan selama perjalanan pulang, kain kassa tadi masih terus dibasahi cairan dan sedikit darah dari hidungku. Sampe rumah, sekitar pukul 16.00 tettt, kapas di dalam hidung aku lepas, dan nafas lega pun aku hela untuk pertama kali (hiyyaaa). Tetapi seperti layaknya seseorang yg baru dilukai, rasa sakit itu masih akan terasa. Sampe aku menulis posting ini, sekitar pukul 22.30, rasa ngilu masih terasa di tulang kedua pipi. Tapi lega rasanya, semua berjalan lancar hari ini, meskipun ada sedikit ganjalan. Apa itu???? Aku dijadwalkan untuk menjalani operasi serupa, Selasa pekan depan. Ampuuunnnn..... sekali aja udah kuapookkk, mau nambah lagi.. Ampunnn Dokterrrr..... Tapi demi kesehatan, apapun akan kutempuh..
Finally, semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita. Kita menyadari kalau untuk sehat ternyata membutuhkan perjuangan tanpa lelah dan tanpa rasa takut. Untuk itu, lebih bijaksana rasanya kalau kita menjaga kesehatan sejak dini, sebelum semuanya terlambat..

Akhirnya, FIGHT AGAIN FOR THE NEXT SURGERY..
8 Okt 2010

Sinusitis Maxillaris

wew... apa tuh??? mungkin sebagian dari kita bertanya-tanya, apakah sinusitis maxillaris itu??? Terus terang aku pun gak tau apa tuh sinusitis, tapi kebetulan sekarang aku menderita penyakit itu, jadi mau gak mau harus mencari tahu. Menurut beberapa sumber, Sinusitis merupakan suatu proses peradangan pada mukosa atau selaput lendir sinus paranasal. Akibat peradangan ini dapat menyebabkan pembentukan cairan atau kerusakan tulang di bawahnya.
Sinus paranasal adalah rongga-rongga yang terdapat pada tulang-tulang di wajah. Terdiri dari sinus frontal (di dahi), sinus etmoid (pangkal hidung), sinus maksila (pipi kanan dan kiri), sinus sfenoid (di belakang sinus etmoid).
Jenis sinusitis ada beberapa yaitu :
1. Sinusitis maxillaris biasanya bikin nyeri di pipi dan gigi atas
2. Sinusitis frontalis biasanya nongkrong di dahi bawah dan alis mata
3. Sinusitis sphenoid kerjanya menyiksa belakang mata, puncak kepala, dan pelipis. olehnya itu dia dijuluki “Sinu kejam”
4. Sinusitis ethmoid mempunyai daerah yang paling sedikit, ia hanya ada di balik mata.
Sinusitis banyak ditemukan pada penderita hay fever yang mana pada penderita ini terjadi pilek menahun akibat dari alergi terhadap debu dan sari bunga. Sinusitis juga dapat disebabkan oleh bahan bahan iritan seperti bahan kimia yang terdapat pada semprotan hidung serta bahan bahan kimia lainnya yang masuk melalui hidung. Jangan dilupakan kalau sinusitis juga bisa disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri.
Sinusitis maxillaris sendiri bisa disebankan alergi atau infeksi odontogen yang kronis. Ceritanya, gigi yang berlubang karena kuman dan tidak dirawat dengan benar akan mengakibatkan radang di daerah akar gigi (di dalam gusi). Keradangan yang tidak dirawat tuntas dan tidak dihilangkan penyebabnya akan meluas dan berlanjut menjadi bernanah.
Ujung akar gigi belakang kiri dan kanan atas, terutama gigi geraham paling depan, menempel persis di bawah rongga di bawah hidung (sinus maxillaris). Apabila gigi tersebut berlubang dan tidak dirawat, akan terjadi radang pada bagian bawah (lantai) sinus maxillaris. Radang itulah yang mengakibatkan timbulnya lendir di dalam rongga hidung. Sehingga, akan terus-menerus ingusan. Ciri2 lainnya bau mulut tak sedap, lendir yang timbul berbau, rasa nyeri di daerah pipi dan gigi yang terinfeksi.
Nah, inilah yang dimaksud dengan judul di atas. Penyakit ini pula yang menyerangku sekarang. Bolak balik Rumah Sakit pun aku lakoni demi kata sembuh. Setelah proses konsultasi, aku dianjurkan untuk operasi pengangkatan cairan yang nyasar ke rongga sinus tepatnya di pipi. Penyebabnya diduga karena gigi berlubang pada geraham atas. Aku pun dianjurkan lagi untuk menjalani foto panoramic, sejenis foto rontgen khusus untuk gigi. Setelah hasil foto jadi, diketahui ada 3 gigiku yg berlubang, dan sekali lagi dianjurkan untuk dicabut. Itu merupakan persyaratan untuk menjalani operasi pengangkatan cairan tersebut. Tetapi setelah konsultasi dengan dokter THT ternyata persyaratan dari gigi tidak diperlukan. Operasi bisa dilakukan dengan hanya menyertakan hasil tes laboratorium. Dan kemarin, tgl 07 Oktober 2010 hasil tes lab keluar dan langsung aku serahkan dokter THT, setelah melihat hasilnya normal semua, aku langsung dijadwal untuk menjalani operasi. Dan, kabar itu pun datang, dan semakin mendekati kenyataan. Operasi dijadwalkan dilakukan pada hari selasa tgl 12 Oktober 2010. Wuihhh,, kayaknya nih hari bakal terus aku inget sepanjang hidup. Dan sekarang, apa yg ada di pikiranku??? cuma perasaan merinding. hiiiiiiiiiii........

Tapi ada hikmah besar dari kejadian ini. Karena diketahui penyebab timbulnya cairan di rongga sinusku adalah karena infeksi yang disebabkan oleh gigi berlubang, maka sejak saat ini aku berjanji akan rajin menggosok gigi. hehehe.... dan bagi pembaca, sebelum semuanya terlambat, aku sarankan untuk serajin mungkin gosok gigi. karena apapun bisa terjadi jika infeksi yang disebabkan gigi berlubang, menyebar ke organ2 penting tubuh.

oia, sebelumnya aku minta doanya agar proses operasi tgl 12 Oktober 2010 selasa depan berjalan lancar. Dan aku bisa membagi pengalamanku saat berada di ruang operasi yang tentunya, unforgettable moment..
FIGHT FOR HEALTHY