Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
5 Feb 2011

Ziarah ke Makam Harry Potter

Sebuah pemakaman di Israel kedatangan rombongan penggemar Harry Potter, yang datang untuk menengok makam seorang yang juga bernama Harry Potter.
Prajurit Harry Potter dulunya seorang tentara Kerajaan Inggris yang tewas di sebuah pertempuran pada 1939. Saat itu ia berumur 18 tahun, tapi di makamnya ditulis 19 tahun, sebab ia mengaku lebih tua setahun saat mendaftar masuk ketentaraan. Tak ada hubungan antara prajurit Harry Potter dengan tokoh karangan JK Rowling. Ziarah para fans ke makam itu dimulai sejak lima tahun lalu, dan makam itu makin populer setelah dicantumkan di sebuah situs pariwisata.
30 Jan 2011

The Seven Summits of the World

Tujuh Puncak Tertinggi di Dunia (The Seven Summits of the World ) dikenal sebagai puncak tertinggi ditemukan di setiap benua di Bumi. Konsep pertama kali diusulkan oleh Richard Bass di tahun 1980-an. Bass membuat sebuah daftar yang berisi 7 puncak tertinggi di tujuh benua. Daftar ini dikenal dengan “Bass List”. Bass menyelesaikan pendakian seven summit-nya dengan pendakian Everest pada tanggal 30 April 1985. Namun kemudian “Bass List” ini direvisi oleh Reinhold Messner dengan mengganti puncak tertinggi di Australia yaitu gunung Kosciuszko dengan Carstenz Pyramid yang terletak di Papua, Indonesia, mewakili wilayah Oceania. Revisi Messner inilah -kemudian dikenal sebagai “Messner List” – yang menjadi lebih populer di dunia. Seven Summit versi Messner List ini pertama kali diselesaikan oleh Patrick Morrow (Canada) pada tanggal 7 Mei 1986, disusul oleh Messner sendiri beberapa bulan berikutnya, yaitu pada tanggal 3 Desember 1986.

Tujuh Puncak Tertinggi Dunia
Adapun tujuh puncak, tidak diragukan lagi, Anda mungkin pernah mendengar tentang Gunung Kilimanjaro di Tanzania dan Gunung Everest di Nepal. Silahkan Anda membaca sampai akhir – seberapa tinggi mereka, mana yang paling menantang dan mengapa harus melakukan pendakian ke puncak tertinggi di dunia. . .
  1. Gunung Everest / Qomolangma
    Everest
    EverestMountain Range: Pegunungan Himalaya
    Lokasi : Nepal, Cina, Asia
    Tinggi  : 8.850 meter atau 29.028 kaki
    Terletak di perbatasan antara Nepal dan Tibet, Everest adalah gunung tertinggi di dunia dan paling terkenal.
    Ini juga merupakan salah satu yang menjadi sumber pendapatan signifikan dari wisatawan. Sherpa Nepal adalah kelompok etnis yang tinggal di pegunungan dan bekerja sebagai pemandu dan porter bagi pendaki. Dua pendaki yang paling terkenal di dunia adalah Edmund Hillary (Selandia Baru) dan Tenzing Norgay (Sherpa), orang pertama mencapai puncak Everest pada tahun 1953
  2. Aconcagua
    Aconcagua
    aconcaguaMountain Range: Pegunungan Andes
    Lokasi : Argentina, Amerika Selatan
    Tinggi  : 6.962 meter atau 22.320 kaki
    Gunung tertinggi di dunia di luar Asia, Aconcagua terletak di provinsi Mendoza Argentina, terkenal karena Malbec anggur. Aconcagua dikatakan lebih mudah untuk didaki, secara teknis. Penyakit ketinggian adalah salah satu hambatan terbesar dan tidak memerlukan masker oksigen diperlukan. Orang termuda yang pernah mendaki Aconcagua adalah Jodan Romero dari Big Bear Lake, California usia 11 tahun pada bulan Desember 2007. Gunung inilah yang memakan korban 2 orang pecinta alam dari Mapala UI yaitu Norman Edwin dan Didiek Syamsu Wahyu Triachdi pada 1992 silam.
  3. Denali / Gunung McKinley
    Mc Kinley - Denali
    Mc Kinley - DenaliMountain Range: Alaska Range
    Lokasi : Alaska, Amerika Serikat, Amerika Utara
    Tinggi  : 6.194 meter atau 20.320 kaki
    Denali adalah Amerika asli kata untuk “Yang Tertinggi.” Hal ini pernah bernama Gunung McKinley setelah Presiden AS William McKinley tetapi dinamakan kembali pada tahun 1980. Gunung Denali dikenal karena cuaca dingin, mengandung 5 gletser besar. Satu termometer yang tersisa di gunung selama lebih dari 19 tahun tercatat bahwa pernah mencapai-73.3C (-100F). Penyakit ketinggian parah juga lazim pada lintang Denali karena jauh lebih tinggi. Sebuah gunung seperti Denali di equater akan memiliki sekitar 47% lebih banyak oksigen pada puncak, dibandingkan dengan permukaan laut.
  4. Gunung Kilimanjaro
    Kilimanjaro
    kilimanjaroLokasi : Kilimanjaro, Tanzania, Afrika
    Tinggi  : 5.895 meter atau 19.640 kaki
    Kilimanjaro terdiri dari tiga kerucut gunung berapi yang tidak aktif dan merupakan puncak tertinggi di Afrika. Kibo merupakan kerucut tertinggi di mana Uhuru Peak berdiri  di atas Tanzania. Biasanya diperlukan waktu 4-5 hari untuk mendaki Kilimanjaro dan pondok pemberhentian yang terletak di setiap hari perjalanan. Gunung ini dianggap salah satu yang “lebih mudah” untuk pendakian dan adalah mungkin bagi mereka yang memiliki pengalaman mountaineering terbatas. Menghindari penyakit ketinggian oleh aklimatisasi adalah salah satu bagian yang paling sulit.
  5. Gunung Elbrus
    Elbrus
    ElbrusMountain Range: Barat Pegunungan Kaukasus
    Lokasi : Kabardino-Balkaria & Karachay-Cherkessia, Rusia, Eropa
    Tinggi  : 5.642 meter atau 18,510 kaki
    The Elbrus gunung ini juga dikenal sebagai Strobilus, Prometheus dirantai di mana Zeus dan Titan mencuri api dari para dewa untuk diberikan kepada laki-laki. Setiap musim panas, sekitar 100 pendaki mencoba pendakian setiap hari. Setiap tahun, sekitar 15-30 mati dari usaha mereka untuk puncak gunung.
  6. Vinson Massif
    Vinson Massif
    vinson massifMountain Range: Sentinel Range, Ellsworth Mountains
    Lokasi : Antartika
    Tinggi  : 4.892 meter atau 16.067 kaki
    Vinson dikenal sebagai salah satu yang paling tidak bisa diakses rentang di dunia, dan hanya 800 mil dari Kutub Selatan. Gunung itu tidak dikenal dan tak terduga hingga 1957. Tidak sampai tahun 1966 dan tahun 1967, pendakian pertama diciptakan ke  puncaknya. Bagian yang paling sulit tentang Vinson Massif adalah tingkat kesulitan aksesnya, tapi sekarang ada beberapa operator yang menawarkan wisata tak bertuan ini.
  7. Puncak Jaya (Carstensz Pyramid)
    Cartenz Pyramid
    Cartenz piramidMountain Range: Sudirman Range
    Lokasi : Papua, Indonesia, Oseania
    Tinggi  : 4.884 meter
    Puncak Jaya ini dikenal sebagai yang paling teknis sulit untuk mendaki puncak. Untuk mendaki ke puncak Puncak Jaya, izin pemerintah diperlukan, tetapi dapat diperoleh melalui operator wisata petualangan. Setelah ditutupi dengan gletser, dilaporkan bahwa pada 1970-an, gletser Puncak Jaya mulai mencair dan hari ini, ia berdiri sebagai gunung kurang menantang daripada dulu.
28 Jan 2011

Taman Hutan Rakyat R. Soeryo

Berbicara tentang Kota Batu di Jawa Timur pasti pikiran kita akan langsung tertuju ke sebuah kota yang berkembang pesat karena pariwisatanya, terletak di dataran tinggi dan berudara sejuk. Yah, memang itulah suasana Kota Batu. Kota yang masuk dalam kawasan Malang Raya ini memang berada di dataran tinggi sehingga udaranya terasa sejuk. Kota Batu terkenal keindahannya sejak zaman penjajahan Belanda. Bahkan pemerintah Hindia Belanda waktu itu banyak membangun tempat peristirahatan di kawasan ini. Salah satunya yang masih kondang hingga sekarang adalah Selecta. Nama Selecta sendiri konon diambil dari kata Selection yang artinya terpilih. Mungkin dimaksudkan ini adalah tempat pilihan para petinggi Hindia Belanda sebagai tempat peristirahatannya. Nah, bicara soal Selecta, sedikit naik ke atas lagi ada sebuah pemandian air panas yang cukup terkenal di Jawa Timur bahkan mungkin di Indonesia. Apalagi kalau bukan Pemandian Air Panas Cangar. Pemandian yang terletak di dalam kawasan Taman Hutan Rakyat R. Soeryo ini memang menjanjikan keindahan alam yang luar biasa. Sebelum kita merasakan panasnya air panas Cangar, kita terlebih dulu disuguhi pemandangan alam pegunungan yang masih terjaga hingga kini. Meski sebagian lahan sudah dimanfaatkan warga untuk pertanian, tapi hutan-hutan alami masih dominan menghiasi sepanjang perjalanan penuh kelokan khas pegunungan. Pemandangan seperti ini menjamin kita tidak akan merasa lelah meskipun jalan yang dilewati penuh kelokan tajam dan menanjak.
Tapi sayang, saat tiba di kawasan pemandian Cangar, mungkin sedikit kekecewaan akan terasa. Pemandian ini seakan tak terawat. Hal ini mulai terlihat dari tempat parkir, apalagi saat hujan, tempat ini berubah layaknya sawah, becek di sana-sini. Pemandangan serupa juga terlihat di tempat ganti pakaian atau toilet. Tempat yang sangat vital bagi tempat pariwisata yang menyediakan fasilitas kolam renang, tapi di tempat ini, seakan tak terurus. Kotor, bau dan terkesan kumuh. Bukan hanya toilet dan tempat ganti pakaian, kolam renang juga mengalami hal serupa. Kolam yang tersedia akan terasa sangat sempit jika pengunjung sedang membludak. Sesuatu yang sangat kontras mengingat potensi yang mungkin masih bisa digali dari tempat ini.
Sangat disayangkan, tapi memang seperti itulah kondisi dari kebanyakan tempat pariwisata yang dikelola oleh pemerintah. Sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan tempat pariwisata yang dikelola oleh swasta. Tengok saja Selecta yang kini berkembang pesat dengan menyediakan Water Park untuk anak-anak untuk menyaingi tempat-tempat pariwisata yang baru dibuka. Tapi mungkin pertimbangan para pengunjung datang ke Cangar meskipun dengan kondisi yang sedemikian rupa, adalah air panas alaminya. Disinilah kelebihan Cangar. Andai saja tidak ada air panas alaminya, orang mungkin enggan datang ke Cangar. Tapi alangkah baiknya jika potensi yang sedemikian rupa ini dikelola dengan sangat baik oleh pihak yang berwenang.
Tapi apapun itu, acungan dua jempol layak diberikan untuk Taman Hutan Rakyat R. Soeryo dan Kota Batu secara keseluruhan yang telah mengikrarkan dirinya menjadi Kota Wisata.
18 Jan 2011

Nias Nan Cantik

Pulau Nias dengan luas 5.318 kilometer persegi menyimpan kearifan lokal dalam konstruksi dan arsitektur rumah. Rumah Nias yang dibangun dengan bahan kayu dan konstruksi fondasi seperti panggung terbukti tahan gempa. Ini tentu berangkat dari pengalaman leluhur suku Nias yang hidup di tanah rawan gempa. Rumah-rumah itu tetap kokoh dan berfungsi hingga kini meski berumur ratusan tahun.
Dalam masyarakat Nias berkembang ungkapan bo’o mbanua bo’o mbowo, bo’o mbanua bo’o vato yang berarti setiap desa memiliki tradisi yang berbeda. Ini, antara lain, tecermin dari beragamnya konstruksi dan bentuk rumah di setiap wilayah di Nias.
Rumah tradisional di Nias Selatan berbentuk segi empat memanjang ke belakang. Posisinya berimpit dan berjajar rapi memanjang. Di setiap perkampungan, deretan rumah tradisional itu dipisahkan oleh jalan desa selebar 30 meter. Ini bisa dilihat di Desa Orahili Fau, Kecamatan Fanayama; Desa Bawomataluo, Kecamatan Teluk Dalam; Desa Hilinawalo Mazino, Kecamatan Mazino; dan Desa Botohilitano, Nias Selatan.
Sementara itu, rumah tradisional Nias Utara berbentuk oval, seperti yang terlihat di Desa Sihare’o Siwahili di Gunungsitoli. Rumah Nias Tengah lebih bervariasi, mulai dari yang segi empat, memanjang, sampai rustikal.
Rata-rata bagian ruang tamu rumah tradisional dibiarkan kosong sehingga terkesan luas. Di ruang inilah berlangsung interaksi antaranggota keluarga ataupun sesama warga desa. Ketika menggelar upacara adat atau berkabung, warga berkumpul di sini.
Pada dasarnya, pendirian rumah tradisional Nias tanpa menggunakan paku, hanya pasak. Atapnya dari anyaman daun rumbia. Namun, dewasa ini ada warga yang menggantinya dengan atap seng. ”Khawatir mudah terbakar dan daun rumbia cepat rusak,” kata warga Desa Orahili Fau, Kecamatan Fanayama, Nias Selatan.
Di banyak desa, tata ruang perkampungan tempat rumah tradisional Nias bersanding dengan keindahan batu besar (megalitikum). Tentu bangunan-bangunan itu tak akan berarti tanpa tradisi dan budaya masyarakat yang menjadi jiwanya.

Sumber : Kompas