2 Mei 2011

Windows Live Writer, Menulis Blog tanpa Koneksi Internet


Akhirnya, setelah vakum menulis selama kurang lebih 2 bulan, inilah tulisan pertama saya. Tapi ada yang beda dengan tulisan ini. Apakah itu??. Saya menulis artikel ini menggunakan Windows Live Writer. Sebuah sofware keluaran Microsoft yang memungkinkan kita untuk menulis artikel blog tanpa hrus tersambung dengan internet. Mungkin akan sangat berguna bagi kita, termasuk saya, yang tidak bisa menikmati layanan internet setiap waktu.
Bagaimana cara kerja Windows Live Writer ini?. Sangat sederhana. Bahkan bisa dikatakan hampir mirip dengan Microsoft Windows. Hanya saja dalam Windows Live Writer opsi untuk menyisipkan berbagai file, mulai dari hyperlink, gambar, album foto, tabel, peta, tag, dan video serta opsi untuk membahkan sebuah plug in. Lantas, bagaimana cara Windows Live Writer bisa connect dengan blog kita? Pada awal penginstallan, kita diminta untuk mengisikan data lengkap tentang blog kita. Termasuk alamat URL untuk blog kita. Setelah semua form lengkap diisi, kita bisa langsung menikmati menulis di Windows Live Writer untuk kemudian diterbitkan ketika kita online. Oh ya, untuk penerbitan artikelnya sendiri, disediakan opsi untuk menentukan kapan artikel kita diterbitkan. Sedangkan untuk pelabelan artikel tidak perlu khawatir. Karena Windows Live Writer juga bisa membaca label apa saja yang ada di blog anda.
Nah, bagaimana? Sangat membantu bukan. Apalagi bagi blogger yang koneksi internetnya terbatas seperti saya, yang hanya mengandalkan modem dial up.
18 Feb 2011

24

Hari ini, 18 Februari 2011. Tepat 24 tahun yang lalu, untuk pertama kalinya aku membuka mata. Untuk pertama kalinya juga aku menghirup udara. Karena di hari itulah aku dilahirkan ke dunia. 24 tahun bukanlah waktu yang singkat. Berliku-liku jalan sudah saya lewati. Banyak hal yang terjadi dalam rentang waktu 24 tahun, fase dimana bagi semua orang, adalah fase untuk mencari kedewasaan. Kedewasaan yang oleh sebagian orang sering dibandingkan lurus dengan usia. Hal yang sebenarnya masih perlu diragukan. Banyak orang yang bertingkah kekanak-kanakan dikala usia mereka sudah diklaim dewasa, demikian juga sebaliknya. Yah, kedewasaan bukan diukur dari banyaknya usia tapi dari kedewasaan pikiran. Tetapi, lazimnya seseorang yang sudah berusia banyak akan diikuti oleh dewasanya pemikiran mereka, karena mereka telah melalui proses pendewasaan yang cukup panjang. Lalu, apakah usia 24 sudah bisa dikatakan dewasa? Bisa iya bisa juga tidak. Karena seperti yang sudah dibicarakan diatas, ukuran kedewasaan bukan dari usia tapi dari pemikiran. Kemudian muncul lagi sebuah pertanyaan, apa yang telah saya dapatkan dalam kurun 24 tahun ini? Jawabannya, banyak. Tapi menunjang proses pendewasaan atau tidak? tunggu dulu. Menilai diri sendiri memang sangat sulit, bahkan sesuatu hal yang sangat tidak mungkin. Jika kemudian muncul sebuah penilaian dari diri sendiri, bisa dipastikan penilaian itu akan bersifat subjektif. Tetapi untuk menilai pengalaman hidup yang menunjang proses pendewasaan adalah hal yang mudah untuk dilakukan bahkan secara tidak sengaja pun bisa. Bagaimana caranya? Tengok ke belakang. Jika saya menengok ke belakang, sudah banyak kejadian yang saya alami. Mulai dari pengalaman menjalin persahabatan, pertemanan, pertemuan, perpisahan, sesuatu yang menguras adrenalin dan tentu saja percintaan. Berbicara soal percintaan, bukan hal yang mudah untuk memahaminya. Sampai sekarang pun saya kesulitan untuk memahaminya meskipun sudah banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan dari situ. Kegagalan masih kerap melanda. Tetapi itu sebenarnya bukanlah hal yang menyakitkan. Justru dari situlah proses pendewasaan kita muncul. Saya berpegang pada sebuah pepatah yang kemudian saya jadikan prinsip dalam hidup saya. Bukan hanya prinsip dalam percintaan tetapi juga dalam segala hal.
"Tidak penting berapa kali saya terjatuh, yang lebih penting adalah seberapa sering saya bangkit untuk melanjutkan kehidupan seperti sedia kala"
Bangkit dari jatuh, mungkin suatu hal yang sangat sulit sekali untuk dilakukan. Tapi dari situlah saya mendapatkan sebuah nilai dari proses pendewasaan. Sering kita mendengar banyak orang yang mengakhiri hidup mereka karena sebuah kegagalan. Entah kegagalan dalam pekerjaan, pendidikan atau percintaan. Saya pun tidak habis pikir, apa yang ada dalam pikiran mereka sehingga mereka lebih memilih mengakhiri semuanya ketimbang memulainya kembali dari awal. Yah mungkin hanya mereka dan Tuhan yang tahu.Tapi itu jelas sangat bertentangan dengan prinsip hidup saya.
Saya mempunyai sebuah analog tentang sebuah kehidupan. Saya menganalogkan sseorang pembalap. Sirkuit balap mungkin sama dengan jalan hidup kita. Adakalanya kita berjalan lurus. Adakalanya juga kita harus mengerem mendadak, berbelok ke kiri ke kanan dst. Seorang pembalap pasti mempunyai teknik dalam melibas tikungan yang disebut Racing Lane. Sebuah garis imajiner yang menggambarkan teknik seorang pembalap dalam melewati tikungan. Racing lane bukanlah sebuah garis yang sengaja dibuat untuk memandu seorang pembalap melainkan sebuah garis yang muncul dari intuisi pembalap tersebut. Racing lane diambil seorang pembalap untuk menjaga akselerasi mereka agar tidak terlalu lama dalam melewati tikungan. Inilah yang kemudian saya analogikan dalam kehidupan. Dalam melewati sebuah kehidupan yang berliku, kita pun harus mempunyai Racing lane yang menggambarkan teknik kita dalam melibas masalah dalam hidup kita. Kita harus selalu menjaga akselerasi kita dalam melewati rintangan agar kita tidak terlalu berlarut-larut dalam meratapi kegagalan. Layaknya seorang pembalap yang mengambil racing lane untuk berakselerasi setelah keluar dari tikungan, kita pun harus berakselerasi secepatnya untuk keluar dari masalah. Dalam hidup, kita sebut saja Life Lane. Sebuah teknik untuk menjaga akselerasi kita dalam melewati lika-liku kehidupan.
Itulah sekelumit kisah tentang saya dan kehidupan saya selama 24 tahun di dunia ini. Semoga kita, atau setidaknya saya, bisa mengambil pelajaran dari tulisan di atas.
Sebagai penutup, saya mengucapkan pada diri saya sendiri, Selamat Ulang Tahun yang ke 24. Semoga di usia yang semakin bertambah ini tingkat kedewasaan saya juga semakin bertambah. Amin..



11 Feb 2011

10 Ways to Make Your Vista Run Faster

1. Turn off Windows Search Indexing
Windows Vista search indexing is constantly reviewing files on your system to make their contents available for quick searching. This is handy, but can severely impact system performance.
To disable constant indexing:

* Click Start then Computer
* Right Click the C: Drive
* On General Tab, Uncheck Index this drive for faster searching
* On the subsequent dialog box, Select Include subfolders and files


2. Turn off Remote Differential Compression
Remote Differential Compression measures the changes in files over a network to transfer them with minimal bandwidth rather than transferring an entire file that has previously been moved. By constantly checking for file changes, this service can hinder system performance.
To disable this service:

* Open Control Panel
* Switch to Classic View
* Select Program Features
* Choose Turn Windows features on and off
* Scroll down and uncheck Remote Differential Compression


3. Turn off Automatic Windows Defender Operation
Windows Defender real-time protection against malware continues to run despite having Automatic operation disabled.
To disable this feature:

* Open Control Panel
* Select Windows Defender
* Choose Tools from the top menu
* Select Options
* Uncheck Auto Start at the bottom of the window


4. Turn off Automatic Disk Defragmentation
Windows Vista and its always-on defragment feature isn’t really that necessary and can cause system slow down. Just remember to run a defrag manually every week or so.
To disable this:

* Click Start then Computer
* Right Click the C: Drive
* Click on Properties
* Select the Tools Tab
* Click on Defragment Now
* Uncheck Run on a schedule


5. Add a 2GB or higher USB Flash drive to take advantage of Windows Ready Boost (Additional Memory Cache)
Ready Boost is Microsoft’s name for using a USB thumb/flash drive to provide some quick access memory the operating system can use as extra RAM. The Ready Boost system can significantly improve system performance.
To set this up:

* Insert a USB Flash Drive
* Click Start then Computer
* Right Click the USB Drive in My Computer
* Select the Ready Boost Tab
* Choose Use this device
* Select as much space as you can free up for RAM usage vs. Storage


6. Turn off Windows Hibernation
Windows hibernation background services can use a large amount of system resources. If you don’t use the Hibernate feature on a regular basis you may want to disable it to give Vista a performance boost.
To disable Hibernation:

* Select the Control Panel then Power Options
* Click Change Plan Settings
* Click on Change Advanced Power Settings
* Expand the Sleep selection
* Expand the Hibernate After selection
* Crank the selector down to zero
* Click Apply


7. Turn off System Restore
Analysis and restore point creation by Windows Vista can eat a fair amount of system resources. Disabling this service will obviously mean the system restore feature in Vista will not be available in the event of a system crash. Change this at your own risk.
To disable this service:

* Control Panel > System
* Click System Protection on the left panel
* Uncheck the main system drive
* Agree to the confirmation


8. Disable User Access Control (UAC)
This much-loathed new Vista feature attempts to protect your system from malware infection by making you manually confirm a whole host of everyday user operations. While it doesn’t directly impact performance, it can be annoying and might be more hassle than good.
To disable User Access Control:

* Click Start then Control Panel
* Select User Accounts
* Select Turn User Account Control on or off
* Uncheck User Account Control Box
* Restart as recommended

9. Disable excess Windows Services that Auto-Launch at Startup
Just like Windows XP, Vista ships with all kinds of services enabled that load at startup and may never be used by most users.
To see what loads at startup and disable the ones you likely won’t be needing (they can always be started manually later):

* Click Start then Control Panel
* Select Administrative Tools
* Choose System Configuration
* Click the Services Tab
* You can safely deselect:
o Offline Files (unless you’re using Offline File Sync)
o Tablet PC Input Service (unless you have a tablet PC)
o Terminal Services
o Windows Search (If you have already disabled indexing)
o Fax (unless you’re using a fax modem)


10. Disable Excess Windows Features
Windows ships with other features that are listed separately in the Vista operating system from the startup services.
You can view and disable these features by:

* Clicking Start then Control Panel
* Select Program Features
* On the left panel, select Turn Windows Features on or off
* You can safely deselect:
o Indexing Service
o Remote Differential Compression
o Tablet PC Optional Components
o Windows DFS Replication Service
o Windows Fax & Scan (unless you use a modem for faxing)
o Windows Meeting Space (unless you use the Live Meeting Service)
10 Feb 2011

A.A. Navis "Sang Pencemooh"

Haji Ali Akbar Navis (lahir di Kampung Jawa, Padang, Sumatra Barat, 17 November 1924 – meninggal 22 Maret 2003 pada umur 78 tahun) adalah seorang sastrawan dan budayawan terkemuka di Indonesia yang lebih dikenal dengan nama A.A. Navis. Ia menjadikan menulis sebagai alat dalam kehidupannya. Karyanya yang terkenal adalah cerita pendek Robohnya Surau Kami. Navis 'Sang Pencemooh' adalah sosok yang ceplas-ceplos, apa adanya. Kritik-kritik sosialnya mengalir apa adanya untuk membangunkan kesadaran setiap pribadi, agar hidup lebih bermakna. Ia selalu mengatakan yang hitam itu hitam dan yang putih itu putih. Ia amat gelisah melihat negeri ini digerogoti para koruptor. Pada suatu kesempatan ia mengatakan kendati menulis adalah alat utamanya dalam kehidupan tapi jika dikasih memilih ia akan pilih jadi penguasa untuk menangkapi para koruptor. Walaupun ia tahu resikonya, mungkin dalam tiga bulan, ia justru akan duluan ditembak mati oleh para koruptor itu.

Kehidupan Pribadi
Dunia sastra Indonesia kehilangan salah seorang sastrawan besar. Navis telah lama mengidap komplikasi jantung, asma dan diabetes. Dua hari sebelum meninggal dunia, ia masih meminta puterinya untuk membalas surat kepada Kongres Budaya Padang bahwa dia tidak dbisa ikut Kongres di Bali. Serta minta dikirimkan surat balasan bersedia untuk mencetak cerpen terakhir kepada Balai Pustaka. Ia meninggalkan satu orang isteri, Aksari Yasin, yang dinikahi tahun 1957 dan tujuh orang anak yakni; Dini Akbari, Lusi Bebasari, Dedi Andika, Lenggogini, Gemala Ranti, Rinto Amanda, dan Rika Anggraini, serta 13 cucu. Ia dikebumikan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tunggul Hitam, Padang.
Sebelum dikebumikan, sejumlah tokoh, budayawan, seniman, pejabat, akademikus, dan masyarakat umum melayat ke rumah duka di Jalan Bengkuang Nomor 5, Padang. Di antaranya; Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah A Syafii Maarif, Gubernur Sumbar Zainal Bakar, mantan Menteri Agama Tarmizi Taher, dan mantan Gubernur Sumbar Hasan Basri Durin, serta penyair Rusli Marzuki Saria.
Nama pria Minang yang untuk terkenal tidak harus merantau secara fisik, ini menjulang dalam sastra Indonesia sejak cerpennya yang fenomenal, Robohnya Surau Kami, terpilih menjadi satu dari tiga cerpen terbaik majalah sastra Kisah, (1955). Sebuah cerpen yang dinilai sangat berani. Kisah yang menjungkirbalikkan logika awam tentang bagaimana seorang alim justru dimasukkan ke dalam neraka. Karena dengan kealimannya, orang itu melalaikan pekerjaan dunia sehingga tetap menjadi miskin.
Ia seorang seniman yang perspektif pemikirannya jauh ke depan. Karyanya Robohnya Surau Kami, juga mencerminkan perspektif pemikiran ini. Yang roboh itu bukan dalam pengertian fisik, tapi tata nilai. Hal yang terjadi saat ini di negeri ini. Ia memang sosok budayawan besar, kreatif, produktif, konsisten dan jujur pada dirinya sendiri.
Sepanjang hidupnya, ia telah melahirkan sejumlah karya monumental dalam lingkup kebudayaan dan kesenian. Ia bahkan telah menjadi guru bagi banyak sastrawan. Ia seorang sastrawan intelektual yang telah banyak menyampaikan pemikiran-pemikiran di pentas nasional dan internasional. Ia menulis berbagai hal. Walaupun karya sastralah yang paling banyak digelutinya. Karyanya sudah ratusan, mulai dari cerpen, novel, puisi, cerita anak-anak, sandiwara radio, esai mengenai masalah sosial budaya, hingga penulisan otobiografi dan biografi.

Buah karya
Ia yang mengaku mulai menulis sejak tahun 1950, namun hasil karyanya baru mendapat perhatian dari media cetak sekitar 1955, itu telah menghasilkan sebanyak 65 karya sastra dalam berbagai bentuk. Ia telah menulis 22 buku, ditambah lima antologi bersama sastrawan lainnya, dan delapan antologi luar negeri, serta 106 makalah yang ditulisnya untuk berbagai kegiatan akademis di dalam maupun di luar negeri dan dihimpun dalam buku Yang Berjalan Sepanjang Jalan. Novel terbarunya, Saraswati, diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada 2002.
Beberapa karyanya yang amat terkenal adalah:
  • Surau Kami (1955)
  • Bianglala (1963)
  • Hujan Panas (1964)
  • Kemarau (1967)
  • Saraswati
  • Si Gadis dalam Sunyi (1970)
  • Dermaga dengan Empat Sekoci (1975)
  • Di Lintasan Mendung (1983)
  • Dialektika Minangkabau (editor, 1983)
  • Alam Terkembang Jadi Guru (1984)
  • Hujan Panas dan Kabut Musim (1990)
  • Cerita Rakyat Sumbar (1994)
  • Jodoh (1998)
Sebagai seorang penulis, ia tak pernah merasa tua. Pada usia gaek ia masih saja menulis. Buku terakhirnya, berjudul Jodoh, diterbitkan oleh Grasindo, Jakarta atas kerjasama Yayasan Adikarya Ikapi dan The Ford Foundation, sebagai kado ulang tahun pada saat usianya genap 75 tahun. Jodoh berisi sepuluh buah cerpen yang ditulisnya sendiri, yakni Jodoh (cerpen pemenang pertama sayembara Kincir Emas Radio Nederland Wereldemroep, 1975), Cerita 3 Malam, Kisah Seorang Hero, Cina Buta, Perebutan, Kawin (cerpen pemenang majalah Femina, 1979), Kisah Seorang Pengantin, Maria, Nora, dan Ibu. Ada yang ditulis tahun 1990-an, dan ada yang ditulis tahun 1950-an.
Padahal menulis bukanlah pekerjaan mudah, tapi memerlukan energi pemikiran serius dan santai. "Tidak semua gagasan dapat diimplementasikan dalam sebuah tulisan, dan bahkan kadang-kadang memerlukan waktu 20 tahun untuk melahirkan sebuah tulisan. Kendati demikian, ada juga tulisan yang dapat diselesaikan dalam waktu sehari saja. Namun, semua itu harus dilaksanakan dengan tekun tanpa harus putus asa. Saya merasa tidak pernah tua dalam menulis segala sesuatu termasuk cerpen," katanya dalam suatu diskusi di Jakarta.
Kiat menulis itu, menurutnya, adalah aktivitas menulis itu terus dilakukan, karena menulis itu sendiri harus dijadikan kebiasaan dan kebutuhan dalam kehidupan. Ia sendiri memang terus menulis, sepanjang hidup, sampai tua. Mengapa? "Soalnya, senjata saya hanya menulis," katanya. Baginya, menulis adalah salah satu alat dalam kehidupannya. "Menulis itu alat, bukan pula alat pokok untuk mencetuskan ideologi saya. Jadi waktu ada mood menulis novel, menulis novel. Ada mood menulis cerpen, ya menulis cerpen," katanya seperti dikutip Kompas, Minggu, 7 Desember 1997.
Dalam setiap tulisan, menurutnya, permasalahan yang dijadikan topik pembahasan harus diketengahkan dengan bahasa menarik dan pemilihan kata selektif, sehingga pembaca tertarik untuk membacanya. Selain itu, persoalan yang tidak kalah pentingnya bagi seorang penulis adalah bahwa penulis dan pembaca memiliki pengetahuan yang tidak berbeda. Jadi pembaca atau calon pembaca yang menjadi sasaran penulis, bukan kelompok orang yang bodoh.

Pandangan-pandangan A.A. Navis
Ia menyinggung tentang karya sastra yang baik. Yang terpenting bagi seorang sastrawan, menurutnya, karyanya awet atau tidak? Ada karya yang bagus, tapi seperti kereta api; lewat saja. Itu banyak dan di mana-mana terjadi. Ia sendiri mengaku menulis dengan satu visi. Ia bukan mencari ketenaran.
Dalam konteks ini, ia amat merisaukan pendidikan nasional saat ini. Dari SD sampai perguruan tinggi, orang hanya boleh menerima, tidak diajarkan mengemukakan pikiran. Anak-anak tidak diajarkan pandai menulis oleh karena menulis itu membuka pikiran. Anak-anak tidak diajarkan membaca karena membaca itu memberikan anak-anak perbandingan-perbandingan. Di perguruan tinggi orang tidak pandai membaca, orang tidak pandai menulis, jadi terjadi pembodohan terhadap generasi-generasi akibat dari kekuasaan.
Jadi, menurutnya, model pendidikan sastra atau mengarang di Indonesia sekarang merupakan strategi atau pembodohan, agar orang tidak kritis. Maka, ia berharap, strategi pembodohan ini harus dilawan, harus diperbaiki. "Tapi saya pikir itu kebodohan. Orang Indonesia tidak punya strategi. Strategi ekonomi Indonesia itu apa? Strategi politik orang Indonesia itu apa? Strategi pendidikan orang Indonesia itu apa? Strategi kebudayaan orang Indonesia itu apa? Mau dijadikan apa bangsa kita? Kita tidak punya strategi. Oleh karena itu kita ajak mereka supaya tidak bodoh lagi," katanya.
Maka, andai ia berkesempatan jadi menteri, ia akan memfungsikan sastra. "Sekarang sastra itu fungsinya apa?" tanyanya lirih. Pelajaran sastra adalah pelajaran orang berpikir kritis. Orang berpikir kritis dan orang memahami konsep-konsep hidup. Kita baca, karya mana saja yang baik, itu berarti menyuruh orang berpikir berbuat betul. Lalu karya-karya itu konsepnya yang jahat lawan yang buruk. Dalam karya sastra bisa terjadi yang jahat itu yang dimenangkan, tapi bukan artinya sastra memuja yang jahat. Ia melihat, perkembangan sastra di Indonesia sedang macet. Banyak karya-karya sastra di Indonesia menceritakan hal-hal orang-orang munafik. Diajarkan itu ke anak-anak tentang orang munafik di tengah masyarakat kita yang banyak munafik. Anak-anak kan jadi tajam. Oleh karena itu pemerintah tampaknya tidak mengajarkan sastra supaya orang tidak melihat orang-orang yang munafik, umpamanya.
Hal ini tak terlepas dari mental korup para elit bangsa ini. Maka andai ia diberi pilihan alat kekuasaan, atau menulis dan berbicara, yang dia pilih adalah kekuasaan. Untuk apa? Untuk menyikat semua koruptor. Walaupun ia sadar bahwa mungkin justeru ia yang orang pertama kali ditembak. Sebab, "semua orang tidak suka ada orang yang menyikat koruptor," katanya seperti pesimis tentang kekuatan pena untuk memberantas korupsi.
Perihal orang Minang, dirinya sendiri, keterlaluan kalau ada yang mengatakan orang Minang itu pelit. Yang benar, penuh perhitungan. Sangat tak tepat mengatakan orang Minang itu licik. Yang benar galia (galir), ibarat pepatah "tahimpik nak di ateh, takuruang nak di lua" (terhimpit maunya di atas, terkurung maunya di luar). Itulah A.A. Navis "Sang Kepala Pencemooh".

Karya tulis
  • Antologi Lengkap Cerpen A.A. Navis (2005)
  • Gerhana: novel (2004)
  • Bertanya Kerbau Pada Pedati: kumpulan cerpen (2002)
  • Cerita Rakyat dari Sumatra Barat 3 (2001)
  • Kabut Negeri si Dali: Kumpulan Cerpen (2001)
  • Dermaga Lima Sekoci (2000)
  • Jodoh: Kumpulan Cerpen (1999)
  • Yang Berjalan Sepanjang Jalan (1999)
  • Cerita Rakyat dari Sumatra Barat 2 (1998)
  • Filsafat dan Strategi Pendidikan M. Sjafei: Ruang Pendidik INS Kayutanam (1996)
  • Otobiografi A.A. Navis: Satiris dan Suara Kritis dari Daerah (1994)
  • Surat dan Kenangan Haji (1994)
  • Cerita Rakyat dari Sumatra Barat (1994)
  • Hujan Panas dan Kabut Musim: Kumpulan Cerita Pendek (1990)
  • Pasang Surut Pengusaha Pejuang: Otobiografi Hasjim Ning (1986)
  • Alam Terkembang Jadi Guru: Adat dan Kebudayaan Minangkabau (1984)
  • Di Lintasan Mendung (1983)
  • Dialektika Minangkabau (editor) (1983)
  • Dermaga dengan Empat Sekoci: Kumpulan Puisi (1975)
  • Saraswati: Si Gadis dalam Sunyi: sebuah novel (1970)
  • Kemarau (1967)
  • Bianglala: Kumpulan Cerita Pendek (1963)
  • Hudjan Panas (1963)
  • Robohnya Surau Kami (1955)

Sifat-sifat Manusia Indonesia

Mochtar Lubis menulis sebuah buku yang berjudul “Manusia Indonesia Sebuah Pertanggung Jawaban” yang kalau tidak salah ditulis tahun 70′an. Namun kalau ditelaah, setelah hampir 30 tahun, apakah sifat-sifat tersebut masih hinggap disebagian besar masyarakat Indonesia?  Satu-satunya sifat yang positif dari orang Indonesia, menurut Mochtar Lubis adalah sifatnya yang ’artistik’.
Inilah sifat-sifat manusia Indonesia yang ditulis oleh Mochtar Lubis dalam bukunya “Manusia Indonesia Sebuah Pertanggung Jawaban” 

1. Hipokritis alias munafik.
Berpura-pura, lain di muka - lain di belakang, merupakan sebuah ciri utama manusia Indonesia sudah sejak lama, sejak meraka dipaksa oleh kekuatan-kekuatan dari luar untuk menyembunyikan apa yang sebenarnya dirasakannya atau dipikirkannya ataupun yang sebenarnya dikehendakinya, karena takut akan mendapat ganjaran yang membawa bencana bagi dirinya.

2. Segan dan enggan bertanggung jawab atas perbuatannya, putusannya, kelakuannya, pikirannya, dan sebagainya.  
“Bukan saya’, adalah kalimat yang cukup populer di mulut manusia Indonesia. Atasan menggeser tanggung jawab tentang suatu kegagalan pada bawahannya, dan bawahannya menggesernya ke yang lebih bawah lagi, dan demikian seterusnya.

3. Berjiwa feodal.  
Meskipun salah satu tujuan revolusi kemerdekaan Indonesia ialah untuk juga membebaskan manusia Indonesia dari feodalisme, tetapi feodalisme dalam bentuk-bentuk baru makin berkembang dalam diri dan masyarakat manusia Indonesia. Sikap-sikap feodalisme ini dapat kita lihat dalam tatacara upacara resmi kenegaraan, dalam hubungan-hubungan organisasi kepegawaian (umpamanya jelas dicerminkan dalam susunan kepemimpinan organisasi-organisa si isteri pegawai-pegawai negeri dan angkatan bersenjata), dalam pencalonan isteri pembesar negeri dalam daftar pemilihan umum. Isteri Komandan, isteri menteri otomatis jadi ketua, bukan berdasar kecakapan dan bakat leadershipnya, atau pengetahuan dan pengalamannya atau perhatian dan pengabdiannya.

4. Masih percaya takhayul.
Dulu, dan sekarang juga, masih ada yang demikian, manusia Indonesia percaya bahwa batu, gunung, pantai, sungai, danau, karang, pohon, patung, bangunan, keris, pisau, pedang, itu punya kekuataan gaib, keramat, dan manusia harus mengatur hubungan khusus dengan ini semua. Kepercayaan serupa ini membawa manusia Indonesia jadi tukang bikin lambang. Kita percaya pada jimat dan jampe. Untuk mengusir hantu kita memasang sajen dan bunga di empat sudut halaman, dan untuk menghindarkan naas atau mengelakkan bala, kita membuat tujuh macam kembang di tengah simpang empat. Kita mengarang mantera. Dengan jimat dan mantera kita merasa yakin telah berbuat yang tegas untuk menjamin keselamatan dan kebahagiaan atau kesehatan kita.

5. Artistik. 
Karena sifatnya yang memasang roh, sukma, jiwa, tuah dan kekuasaan pada segala benda alam di sekelilingnya, maka manusia Indonesia dekat pada alam. Dia hidup lebih banyak dengan naluri, dengan perasaannya, dengan perasan-perasaan sensuilnya, dan semua ini mengembangkan daya artistik yang besar dalam dirinya yang dituangkan dalam segala rupa ciptaan artistik dan kerajinan yang sangat indah-indah, dan serbaneka macamnya, variasinyam warna-warninya.

6. Watak yang lemah. Karakter kurang kuat.
Manusia Indonesia kurang dapat mempertahankan atau memperjuangkan keyakinannya. Dia mudah, apalagi jika dipaksa, dan demi untuk ’survive’ bersedia mengubah keyakinannya. Makanya kita dapat melihat gejala pelacuran intelektuil amat mudah terjadi dengan manusia Indonesia.

7. Tidak hemat, dia bukan “economic animal”.
Malahan manusia Indonesia pandai mengeluarkan terlebih dahulu penghasilan yang belum diterimanya, atau yang akan diterimanya, atau yang tidak akan pernah diterimanya. Dia cenderung boros. Dia senang berpakaian bagus, memakai perhiasan, berpesta-pesta. Hari ini ciri manusia Indonesia menjelma dalam membangun rumah mewah, mobil mewah, pesta besar, hanya memakai barang buatan luar negeri, main golf, singkatnya segala apa yang serba mahal.

8. Lebih suka tidak bekerja keras, kecuali kalau terpaksa. 
Gejalanya hari ini adalah cara-cara banyak orang ingin segera menjadi “miliuner seketika”, seperti orang Amerika membuat instant tea, atau dengan mudah mendapat gelar sarjana sampai memalsukan atau membeli gelar sarjana, supaya segera dapat pangkat, dan dari kedudukan berpangkat cepat bisa menjadi kaya.

9. Manusia Indonesia kini tukang menggerutu tetapi menggerutunya tidak berani secara terbuka, hanya jika dia dalam rumahnya, atau antara kawan-kawannya yang sepaham atau sama perasaan dengan dia.

10. Cepat cemburu dan dengki terhadap orang lain yang dilihatnya lebih dari dia.

11. Manusia Indonesia juga dapat dikatakan manusia sok. 
Kalau sudah berkuasa mudah mabuk berkuasa. Kalau kaya lalu mabuk harta, jadi rakus.

12. Manusia Indonesia juga manusia tukang tiru.
Kepribadian kita sudah terlalu lemah. Kita tiru kulit-kulit luar yang memesonakan kita. Banyak yang jadi koboi cengeng jika koboi-koboian lagi mode, jadi hipi cengeng jika sedang musim hipi.

Fenomena Jejaring Sosial

Mendengar kata jejaring sosial atau dalam bahasa kerennya social networking pikiran kita pasti akan langsung tertuju ke Facebook, Twitter dsb. Yah, memang itulah jejaring sosial yang sedang populer sekarang ini. Gak peduli pejabat tinggi, pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga bahkan para pekerja kasar pun bisa dipastikan memiliki sebuah akun di jejaring sosial tersebut. Tentu tujuan mereka adalah untuk mencari teman sebanyak-banyaknya di dunia maya atau bahkan bisa dibawa ke dunia nyata. Tujuan tersebut sejalan dengan sejarah pendirian jejaring sosial tersebut yaitu untuk menjalin hubungan sosial antar sesama. Meskipun dalam perjalanannya bukan hanya hubungan sosial antar sesama tetapi juga hubungan bisnis, sarana promosi sebuah produk atau sebagai sarana untuk menyampaikan pendapat, sebagai sarana kampanye politik dan masih banyak lagi lainnya. Tapi sebagaimana yang kita ketahui, sebuah hal pasti akan memiliki dua sisi yang berbeda. Positif dan negatif seperti kepingan logam yang dua sisinya tidak akan pernah berpisah. Yah, hal inilah yang belakangan sering kita jumpai. Jejaring sosial sudah keluar dari kodratnya sebagai sarana menjalin hubungan sosial antar sesama. Karena beberapa hal penyalahgunaan jejaring sosial ini bermunculan dimana. Jejaring sosial sudah digunakan sebagai sarana kejahatan, sarana untuk saling menghujat, sebagai ajang olok-olokan yang terkadang berbau SARA. Masih ingatkah kita tentang isu bahwa pemerintah berencana menutup jejaring sosial Facebook di Indonesia? Karena penyalahgunaan itulah pemerintah merasa perlu untuk bertindak lebih jauh agar penyalahgunaan jejaring sosial ini tidak semakin berlarut-larut. Banyak yang bereaksi dengan rencana pemerintah itu. Termasuk juga para pengguna jejaring sosial yang benar-benar memanfaatkannya sebagai sarana menjalin hubungan sosial. Mereka merasa keberatan jika jejaring sosial yang sudah sedemikian besar manfaatnya harus ditutup. Kita tak akan pernah memungkiri, jejaring sosial hanyalah sebuah alat yang sangat bergantung kepada pemakainya. Tergantung kita akan membawa kemana jejaring sosial tersebut. Tapi alangkah baiknya jika semua berjalan sesuai porsinya. Dan akan jauh lebih baik lagi jika kita lebih bijak menggunakan kemajuan teknologi ini.
5 Feb 2011

Ziarah ke Makam Harry Potter

Sebuah pemakaman di Israel kedatangan rombongan penggemar Harry Potter, yang datang untuk menengok makam seorang yang juga bernama Harry Potter.
Prajurit Harry Potter dulunya seorang tentara Kerajaan Inggris yang tewas di sebuah pertempuran pada 1939. Saat itu ia berumur 18 tahun, tapi di makamnya ditulis 19 tahun, sebab ia mengaku lebih tua setahun saat mendaftar masuk ketentaraan. Tak ada hubungan antara prajurit Harry Potter dengan tokoh karangan JK Rowling. Ziarah para fans ke makam itu dimulai sejak lima tahun lalu, dan makam itu makin populer setelah dicantumkan di sebuah situs pariwisata.

New Irizar i6

One of the key elements for the success of the Irizar products is that innovative solutions are made taking into consideration the opinions and needs of its clients and users.

Despite the uncertainty that exists, Irizar has continued its commitment of investing in new product and technology developments and today is launching the Irizar i6 new coach to the market. A versatile high-end coach that is ideal for commuter and touring services. It´s unmistakable thanks to IRIZAR´s identifying symbols: safety, reliability, design, attention to detail, aerodynamic and comfort. The Irizar i6 also offers a maximum ability to be adapted, allowing clients to configure the coach according to their specifications, just as they need it.

The structure of the Irizar i6 has been designed by taking into consideration the vehicle´s resistance to frontal collisions and roll-overs, complying with the future R66.01 safety regulation to increase the passenger area´s roll-over resistance by equipping the mass of passengers with safety belts.

Additionally, special attention has been paid to the driver´s area as an active and essential part of safety, prioritising its spaciousness, ergonomics, and accessible controls. Thanks to the most advanced lighting technologies, the rear-view mirrors designed exclusively for IRIZAR have improved visibility to a maximum. In the design, the bending strength and torsion rigidity have also been improved, as well as the load and weight distribution and many other details that make a difference.

The Irizar i6 has been conceived with the most demanding parameters, making it an especially robust and reliable vehicle.

Independent institutes and engineering firms of recognised prestige have subjected the new Irizar i6 to the most demanding tests, with excellent performance and results.

A maximum level of comfort and space optimisation was a goal for the passenger area. The seats have been exclusively designed for IRIZAR and stand out because of their ergonomics, durability and accessibility. The air conditioning and interior lighting make the experience of travelling in an Irizar i6 even more pleasant, incorporating improvements such as LED technology and flat screen monitors.

One of IRIZAR´s priorities is to always minimise fuel consumption and CO2 emissions, both of which have been taken into consideration in the design of this new coach. Noise and vibration sources have also been reduced by separating and insulating the engine area.

The design and adaptation to market needs make the new Irizar i6 a safe, profitable and reliable investment, without a doubt. It´s a coach that stands out because of its features and on which IRIZAR has placed its seal of design and uniqueness. Driving it is a special experience, and travelling in it is a true pleasure.

7 Ways to Write Better Blog Posts

1. Find Your Niche

If you are planning to blog about life in New York City, understand ahead of time that no one’s really going to pay attention. The world is saturated with blogs, and while you may have a unique or engaging writing style and your stories about NYC may be completely mind blowing, people just aren’t drawn to blogs on such general subjects.
You need to look for a way to create a market and then corner it — what is it about your experience in New York that makes your voice worth listening to? A blog about the best out-of-the-way restaurants or your experience in graduate school at NYU is infinitely more interesting than a generic “NYC blog.”
The idea here is to blog in such a way that what you’re writing may be of use to someone else on the Internet. Make your blog about NYC interesting to people about to move there, or students applying to your graduate program. After all, creating a community is a huge part of the blogging experience.

2. Have a Goal

Your blog should have a purpose. You don’t need to be blogging to raise money for a political cause or blogging so you can sell your handmade trinkets — but there should be a purpose to your blogging. Bigger than that, each post on your blog should have its own goal.
Are you attempting to draw more readers in? Then link and talk about other bloggers. Ask questions of your audience. Post a poll — anything to get people involved. Or maybe your goal is just to add some content to your blog — add away. The point is, each blog post should be driven by something other than “Here I am writing on my blog.” Writing with a goal in mind will almost always produce better writing.

3. Write a Snappy Title

Blog post titles do count for something. Some say that a blog post’s title can make or break the blog. Target your blog post title to your blog’s goal — if you’re worried about your blog’s search traffic, you should use a title that can draw search engines, something simple and short.
Some people prefer to write titles to be funny or to draw people in with an outrageous phrase — if that’s the case, be creative. Sometimes people really do see a cool blog post title and click through to read what you have to say.

4. Use Appropriate Blog Style

Surely you’re already using proper grammar and spelling in your blog posts — now you need to think about the style of the blog itself.
Your blog can have whatever tone you want, from casual to formal. Your blog’s subject and the goal of the blog will influence this — a blog about the medical field may be fairly formal, while a conversational blog about being a Red Sox fan is likely to be more conversational. In general, blogging is far more conversational than journalism, but you don’t have to follow the trend.
Yes, vocabulary matters. Too many bloggers thumb their thesauruses to appear professional or intelligent, but in general, your blog’s style is best when it is conversational and informal.

5. Link It Up

Adding relevant links to other blogs is the best way to join the community of bloggers. When you link to another blogger’s post, and maybe spend the time to show the original blogger your post, you’re creating a bond between yourself and another blogger. These kinds of associations are often lucrative in terms of attracting readers to your blog, and if nothing else, it is good behavior in the blog world.
But links don’t have to be external — if you write pretty consistently on a certain topic, you may find it useful to link to your own pasts posts on the subject in the body of the blog. This will get readers peeking around the rest of your blog, and allows people to follow the entirety of an ongoing story on your blog. That’s called continuity.

6. Add Visuals

When you add images and other media to your blog, you are adding color to your page. Your blog will be easier to read with the addition of a graphic, and for some unknown reason, blog posts with visuals tend to have more views. This isn’t to say that a text-only blog would never work, but it is easier to excite your audience and keep them reading if you keep their eyes engaged with images.
Visuals don’t have to mean just images — try highlightiing important sections of your blog post to draw the reader’s eyes to something important. Anything you can add visually will make your blog post that much more readable.

7. Start All Over Again

Once you’ve gone through all these steps and improved your blog, you need to start the process all over again. Never stop improving your blog or your blog writing style.
Look back at your new blog posts — do you see any bad writing? Poorly worded phrases? Opportunities for links that you missed? Re-evaluating your blog changes is a huge part of writing good blog posts. There are lots of things to troubleshoot. Just don’t leave it be. Try something. Try something with each new post. Change one element at a time and see if things improve. You have to constantly change your game plan to keep people interested in what you have to say.
We all want to write better blog posts. You may be well-versed in the art of literary or journalistic writing, but can’t draw blog readers if your life depended on it. Making the small changes above should increase your blog traffic dramatically.

4 Feb 2011

Scania Irizar PB

A true Gran Tourismo, Scania Irizar PB is a work of art that works for you; a functional beauty designed and equipped to make travel a source of satisfaction – day after day.
When we first launched the Scania Irizar PB in 2002, it took the coach world by storm. Honours and awards were showered upon it and professional reviewers called it "The most comfortable vehicle we’ve ever driven."
As a coach owner, you have a unique opportunity to customise the Scania Irizar PB to meet the needs of your business and your passengers’ expectations. You can optimise the length of the coach, the number of axles and the interior. You’ll enjoy the process of creating the perfect balance between the number of seats and a level of comfort that ranges from exceptional to luxurious. Whatever solution you choose, the Scania Irizar PB will more than satisfy your passengers. And its distinctive aerodynamic design will turn the heads of everyone who sees it. Can you imagine a better advertisement?
Sensors placed throughout the coach continuously monitor temperature and humidity to adjust comfort levels. Total air volume is replaced every 60 seconds with fresh air at the correct temperature.
Exceptionally quiet, with lower interior decibels than most luxury cars.
Choice of Grand Luxe, Luxe or standard seats in a variety of designs, colours and materials, each fitted with a seatbelt.
In this coach, Scania’s most powerful engine and optimised gearbox solution is used to maximise performance, driveability and comfort.

Scania OmniExpress

A winning combination of distinctive style and superb versatility. 

When we set out to create the OmniExpress the guiding word was “flexibility”. This coach offers an unusual combination of abilities – the versatility of a commuter with the greater comfort of a coach. As stylish as it is functional, the Scania OmniExpress is available with all the cargo capacity you need for longer trips as well as the high standard of comfort your passengers deserve.
A wide choice of layouts is available, with plenty of options including overhead luggage racks, individual lighting, reclining seats, AC in three output capacities, middle or back door, toilet, pantry and more.
Excellent kerb-side visibility is ensured with a completely transparent passenger door and extra side windows. Forward visibility is enhanced by the low instrument panel and slim windshield pillars.
The stainless-steel construction reduces corrosion, and the body-cage design offers robust roll-over protection to ensure passenger and driver safety.
Longitudinal engines can be ordered with your choice of Euro 4, Euro 5 or EEV requirements, and with automatic or manual transmissions.
Easy, practical access is available to all routine service points. The intelligent electrical system provides more functionality with less wiring and fewer components, and Scania Diagnos ensures fast troubleshooting.
Available in two- and three-axle configurations, with different lengths in accordance with directive class II and/or III.

Scania Touring

A privilege to own. A pleasure to drive. A joy to ride.
Scania and Higer have joined forces in a unique co-operation. We’ve worked to create the most sensible, relevant and attractive transport for today’s global citizens. Now, we’re proud to present the new Scania Touring.

Today’s travellers reflect the world’s enormous diversity. Yet they all appreciate smart design that turns longer journeys into a joyful experience. The Scania Touring will satisfy and exceed their expectations with stylish safety and comfort to please discerning tastes.

The Scania Touring is destined to become an owner favourite around the globe. Engineered to fulfil a wide range of uses, it's available in a range of interior options.
Scania Touring – your strong profit source, for many years to come.

Scania Irizar Century

A distinctive classic, Scania Irizar Century is one of the bestselling coaches in the world. It’s loaded with appealing features that enhance comfort, spaciousness and style.
The Scania Irizar Century can be precisely tailored to optimise performance, driveability, capacity and passenger comfort. Offering exceptional value, the Scania Irizar Century is a solid competitor to luxury coaches everywhere. You can specify the Scania Irizar Century as an express or tourist coach and be certain that your passengers will enjoy a smooth, restful ride in comfort and style.
You have the choice of Grand Luxe, Luxe or standard seats in a variety of designs, colours and materials, each fitted with a seatbelt. Separate service panels provide each passenger with a personal reading lamp, and an air vent with adjustable controls for fresh or chilled air. And for the ultimate in passenger comfort, the Scania Irizar Century is equipped with one of the most responsive and effective air-conditioning systems available; proven in tests carried out in the Mexican desert and above the Arctic Circle.
The Scania Irizar Century features an aerodynamic design with deep windscreen, styled front hatch, xenon dipped beams, low-set fog lamps, and attractively designed and easily accessible rear lamps. The spacious luggage compartment is accessible from both sides and the hatches are conveniently controlled from the driver’s seat.
Available with two- and three-axle configurations, in various lengths to meet your needs.
Longitudinal engines can be ordered with your choice of Euro 4, Euro 5 or EEV requirements, and with automatic or manual gearboxes.

New Scania Opticruise

Scania Opticruise has been totally revised including an entirely new gearchanging strategy. You are now offered the unique possibility of choosing between a fully automated version with an automatic clutch and a classic version with a clutch pedal.
Scania Opticruise, one of the first automated gearchanging systems on the market, has been refined in many steps over the years. The concept of a standard mechanical gearbox remains, but the system has been extensively revised with improved mechanical components and entirely new software.


Improved functionality
The gearchanging strategy has been re-developed to provide improved functionality, comfort and convenience, as well as capacity for future refinements.

Strategy and hill performance
The gearchanging strategy is designed to continually adapt to the environment, taking into account factors such as road inclination, train weight and engine characteristics, as well as the position of the accelerator pedal to match the response to the speed of the pedal movement. Early downchanges are made to maintain speed on hills without wasting fuel. The new Scania Opticruise also features a Power mode that adapts the gear changing strategy for maximum engine performance.

Scania Ecocruise, hill-hold, Scania Retarder and ACC (adaptive cruise control) are fully integrated functionally, if fitted.

Manoeuvring and low-speed driving
Thanks to the electro-hydraulic control of the automatic clutch, high-precision manoeuvring is possible. In exceptional cases the manoeuvring mode provides extra precision. The manoeuvring mode disengages automatically in high range.

To ensure smooth, safe and comfortable driving, neutral is engaged instead of low range when braking from low speed, e.g. for a roundabout or stoplight. Thereafter the system prepares the most suitable gear, which is immediately engaged when the accelerator is depressed.

Load sensing and starting
A Scania vehicle is fitted with load and inclination sensors that are used to automatically adapt the vehicle to the optimal choice of starting gear. No action is required from the driver. Interaction between Scania Opticruise, launch control and clutch protection systems will maximise clutch life.

Rocking
Rocking forward or backward is automatically enabled when needed.
Rocking is possible in forward or reverse gears. The system identifies the need for rocking by comparing the rotation of the drive wheels with that of the front wheels.

Extra smooth rocking is available in manoeuvring mode which can be useful in ultra-slippery conditions.

Remote PTO operation
The gearbox power take-off can be programmed by the bodybuilder for remote operation from outside the vehicle.

Clutch control system
The automatic clutch operates independently of driver skills and is programmed to engage fully already at low engine revs. Clutch actuation is also adapted to the information from the inclination sensor and to the required starting gear. Hence, the engine speed is raised if needed to pull away cleanly.

The clutch is never slipped during gearchanges, only used to disconnect the gearbox from the engine. These functions will effectively protect the clutch and other powertrain components from mechanical abuse.

The hill-hold feature, which engages briefly after depression of the brake pedal when stationary, makes starting even more convenient. The hydro-electric control of the automatic clutch is unique in the industry, offering the benefit of particularly precise clutch actuation.
31 Jan 2011

SMADAV 8.4 Pro With Serial Key

Bagi pengguna setia Smadav, pasti menyambut baik kabar ini. Yah, Smadav sudah mengeluarkan Anti Virus terbarunya, Smadav 8.4 yang dirilis 23 Januari 2011. Kabar baiknya, Smadav 8.4 ini dilengkapi pendeteksian khusus untuk beberapa virus shortcut terbaru (MSO-sys, fanny-bmp), penambahan database 40 virus baru, penyempurnaan deteksi semua varian virus shortcut, penambahan teknik heuristik, dsb. Kabar buruknya, lagi-lagi untuk pengguna Smadav 8.3 yang menggunakan Serial Key bajakan, Smadav akan memblokir anti virus tersebut dan akan berwarna hitam (haha... saya juga mengalami hal serupa).
Tapi jangan khawatir, setelah googling sana sini akhirnya saya menemukan cara jitu mengatasi hal ini.
Pertama, buka Smadav kamu yang berwarna hitam (haha).. Kemudian pilih tab setting dan pada bagian Registrasi Smadav Pro, pada kolom nama ketik : anti-bajakan. Klik registrasi dan Smadav kamu yang berwarna hitam akan kembali hijau (yess), tapi versi free.. Nah, sekarang tugas kamu adalah bagaimana menjadikan Smadav ini Pro kembali.
Caranya ketik:
Nama           : KriznA
Key              : 998899906028
Setelah itu klik registrasi dan liat apa yang terjadi...
Bagi yang ingin mencoba keampuhan anti virus Smadav 8.4, silahkan download disini atau disini. Setelah Smadav terinstal, lakukan cara seperti diatas dengan mengetikkan nama sekaligus key registration-nya untuk membuatnya menjadi pro.
30 Jan 2011

The Seven Summits of the World

Tujuh Puncak Tertinggi di Dunia (The Seven Summits of the World ) dikenal sebagai puncak tertinggi ditemukan di setiap benua di Bumi. Konsep pertama kali diusulkan oleh Richard Bass di tahun 1980-an. Bass membuat sebuah daftar yang berisi 7 puncak tertinggi di tujuh benua. Daftar ini dikenal dengan “Bass List”. Bass menyelesaikan pendakian seven summit-nya dengan pendakian Everest pada tanggal 30 April 1985. Namun kemudian “Bass List” ini direvisi oleh Reinhold Messner dengan mengganti puncak tertinggi di Australia yaitu gunung Kosciuszko dengan Carstenz Pyramid yang terletak di Papua, Indonesia, mewakili wilayah Oceania. Revisi Messner inilah -kemudian dikenal sebagai “Messner List” – yang menjadi lebih populer di dunia. Seven Summit versi Messner List ini pertama kali diselesaikan oleh Patrick Morrow (Canada) pada tanggal 7 Mei 1986, disusul oleh Messner sendiri beberapa bulan berikutnya, yaitu pada tanggal 3 Desember 1986.

Tujuh Puncak Tertinggi Dunia
Adapun tujuh puncak, tidak diragukan lagi, Anda mungkin pernah mendengar tentang Gunung Kilimanjaro di Tanzania dan Gunung Everest di Nepal. Silahkan Anda membaca sampai akhir – seberapa tinggi mereka, mana yang paling menantang dan mengapa harus melakukan pendakian ke puncak tertinggi di dunia. . .
  1. Gunung Everest / Qomolangma
    Everest
    EverestMountain Range: Pegunungan Himalaya
    Lokasi : Nepal, Cina, Asia
    Tinggi  : 8.850 meter atau 29.028 kaki
    Terletak di perbatasan antara Nepal dan Tibet, Everest adalah gunung tertinggi di dunia dan paling terkenal.
    Ini juga merupakan salah satu yang menjadi sumber pendapatan signifikan dari wisatawan. Sherpa Nepal adalah kelompok etnis yang tinggal di pegunungan dan bekerja sebagai pemandu dan porter bagi pendaki. Dua pendaki yang paling terkenal di dunia adalah Edmund Hillary (Selandia Baru) dan Tenzing Norgay (Sherpa), orang pertama mencapai puncak Everest pada tahun 1953
  2. Aconcagua
    Aconcagua
    aconcaguaMountain Range: Pegunungan Andes
    Lokasi : Argentina, Amerika Selatan
    Tinggi  : 6.962 meter atau 22.320 kaki
    Gunung tertinggi di dunia di luar Asia, Aconcagua terletak di provinsi Mendoza Argentina, terkenal karena Malbec anggur. Aconcagua dikatakan lebih mudah untuk didaki, secara teknis. Penyakit ketinggian adalah salah satu hambatan terbesar dan tidak memerlukan masker oksigen diperlukan. Orang termuda yang pernah mendaki Aconcagua adalah Jodan Romero dari Big Bear Lake, California usia 11 tahun pada bulan Desember 2007. Gunung inilah yang memakan korban 2 orang pecinta alam dari Mapala UI yaitu Norman Edwin dan Didiek Syamsu Wahyu Triachdi pada 1992 silam.
  3. Denali / Gunung McKinley
    Mc Kinley - Denali
    Mc Kinley - DenaliMountain Range: Alaska Range
    Lokasi : Alaska, Amerika Serikat, Amerika Utara
    Tinggi  : 6.194 meter atau 20.320 kaki
    Denali adalah Amerika asli kata untuk “Yang Tertinggi.” Hal ini pernah bernama Gunung McKinley setelah Presiden AS William McKinley tetapi dinamakan kembali pada tahun 1980. Gunung Denali dikenal karena cuaca dingin, mengandung 5 gletser besar. Satu termometer yang tersisa di gunung selama lebih dari 19 tahun tercatat bahwa pernah mencapai-73.3C (-100F). Penyakit ketinggian parah juga lazim pada lintang Denali karena jauh lebih tinggi. Sebuah gunung seperti Denali di equater akan memiliki sekitar 47% lebih banyak oksigen pada puncak, dibandingkan dengan permukaan laut.
  4. Gunung Kilimanjaro
    Kilimanjaro
    kilimanjaroLokasi : Kilimanjaro, Tanzania, Afrika
    Tinggi  : 5.895 meter atau 19.640 kaki
    Kilimanjaro terdiri dari tiga kerucut gunung berapi yang tidak aktif dan merupakan puncak tertinggi di Afrika. Kibo merupakan kerucut tertinggi di mana Uhuru Peak berdiri  di atas Tanzania. Biasanya diperlukan waktu 4-5 hari untuk mendaki Kilimanjaro dan pondok pemberhentian yang terletak di setiap hari perjalanan. Gunung ini dianggap salah satu yang “lebih mudah” untuk pendakian dan adalah mungkin bagi mereka yang memiliki pengalaman mountaineering terbatas. Menghindari penyakit ketinggian oleh aklimatisasi adalah salah satu bagian yang paling sulit.
  5. Gunung Elbrus
    Elbrus
    ElbrusMountain Range: Barat Pegunungan Kaukasus
    Lokasi : Kabardino-Balkaria & Karachay-Cherkessia, Rusia, Eropa
    Tinggi  : 5.642 meter atau 18,510 kaki
    The Elbrus gunung ini juga dikenal sebagai Strobilus, Prometheus dirantai di mana Zeus dan Titan mencuri api dari para dewa untuk diberikan kepada laki-laki. Setiap musim panas, sekitar 100 pendaki mencoba pendakian setiap hari. Setiap tahun, sekitar 15-30 mati dari usaha mereka untuk puncak gunung.
  6. Vinson Massif
    Vinson Massif
    vinson massifMountain Range: Sentinel Range, Ellsworth Mountains
    Lokasi : Antartika
    Tinggi  : 4.892 meter atau 16.067 kaki
    Vinson dikenal sebagai salah satu yang paling tidak bisa diakses rentang di dunia, dan hanya 800 mil dari Kutub Selatan. Gunung itu tidak dikenal dan tak terduga hingga 1957. Tidak sampai tahun 1966 dan tahun 1967, pendakian pertama diciptakan ke  puncaknya. Bagian yang paling sulit tentang Vinson Massif adalah tingkat kesulitan aksesnya, tapi sekarang ada beberapa operator yang menawarkan wisata tak bertuan ini.
  7. Puncak Jaya (Carstensz Pyramid)
    Cartenz Pyramid
    Cartenz piramidMountain Range: Sudirman Range
    Lokasi : Papua, Indonesia, Oseania
    Tinggi  : 4.884 meter
    Puncak Jaya ini dikenal sebagai yang paling teknis sulit untuk mendaki puncak. Untuk mendaki ke puncak Puncak Jaya, izin pemerintah diperlukan, tetapi dapat diperoleh melalui operator wisata petualangan. Setelah ditutupi dengan gletser, dilaporkan bahwa pada 1970-an, gletser Puncak Jaya mulai mencair dan hari ini, ia berdiri sebagai gunung kurang menantang daripada dulu.

Apakah Kamu Seorang "Pemberontak"??

Pemberontak, rebel.... what's came up in your head when hear this word?? Melawan orang tua? Berbicara seperti anak nakal? Atau mengganti dress-code mu mengikuti gaya band-band yang lagi booming di MTV?
Well, no matter what you do, esensi dari pemberontakan tidak akan pernah berubah. A real rebellion stays under your skin. Bukan dari dandanan, tato, piercing atau anorexic-look yang dibuat-buat.
There's two kind of rebel. Once you're a real rebel, kamu akan selalu jadi a rebel for most of your lifetime, tak akan bisa berubah coz that's who you are. It's in your blood. Kamu akan selalu berpikir untuk melawan kecenderungan-kecenderungan yang ada, kapan saja dimana saja. And  the second, when you’re a wannabe-rebel, pemberontak tanpa misi dan prinsip yang jelas, kamu hanya akan memandang sebuah pemberontakan dari sisi luarnya saja (baca:fashion). Dan a wannabe-rebel tidak akan pernah membuat sejarah atau melahirkan pemikiran baru yang lebih baik untuk generasinya. Kita orang timur memang seringkali bingung mengadaptasi culture barat yang sedemikian liberalnya. Dimana di sini masyarakat kita diikat oleh tatanan atau norma yang kadang nggak penting dan berlebihan. Masyarakat kita mencintai keseragaman dan kurang menghargai sosok-sosok idealis dan individualis. Menjadi seorang rebel memang susah untuk hidup di Indonesia, for real. Tapi disanalah letak tantangannya. Sesuatu yang memerlukan pengorbanan karena masyarakat kita masih cenderung melihat sisi negative dari seorang pemberontak. Padahal menjadi seorang rebel bukan 100% salah. Tergantung mana yang kamu lawan. Misalnya, kamu benci melihat sinetron-sinetron Indonesia yang mewah, dangkal dan mudah ditebak. Lalu kamu bikin sebuah film documenter tentang bagaimana sinetron-sinetron tersebut mombodohi masyarakat kita yang mayoritas masih hidup di bawah garis kemiskinan. Itu sebuah pemberontakan yang pintar. Sebuah counter terhadap komersialitas dan penyeragaman yang berlebihan. A real rebel selalu berada di luar kecenderungan masyarakat dan itu bukanlah pilihan yang salah, selama kamu bisa bertahan dan mempertanggungjawabkan misi dari pemberontakanmu. Harus diingat, kecenderungan di masyarakat tidak selalu benar dan baik buat kita. Contohnya ketika tren emo menyerang. Remaja kota-kota besar bahkan remaja pedesaan beramai-ramai menutupi jidat mereka dengan rambut poninya dan bikin band-band emo dadakan. Alasannya biar keliatan cool dan diterima di pergaulan kota besar yang makin konsumtif. Hanya sebagian kecil dari remaja-remaja kita yang serius menyimak dan mengerti lirik-lirik band-band emo. Ironis! Padahal di negeri asalnya, band–band emo tersebut terbentuk karena mereka sering tersisih dalam pergaulan. Dan musik yang mereka tulis adalah penegas kalau mereka adalah orang-orang yang berada diluar kecenderungan/pergaulan. Di sini, oleh sebagian besar remaja masa kini malah dipakai sebagai senjata untuk keliatan ‘up to date’ dan ‘gaul’ (damn, I hate that word!!). Same thing happens to punkrock and ska. Misi pemberontakan ditinggalkan, fashionnya diobral habis-habisan. Mirip sebuah butik pakaian yang jual tampang sama dandanan.
Jika diumpamakan pemberontakan adalah struktur sebuah lagu, jenis suara gitar, drum dan suara teriakan/nyanyian vokalisnya adalah media penyampai pemberontakan. Sedangkan isi dari pemberontakan itu sendiri ada pada lirik. Karena lirik berasal dari pemikiran yang paling dalam, ada pesan yang ingin disampaikan. Banyak orang yang jago main musik, tempo drum hebat, teknik vocal diatas angin dan bergaya seperti rockstar yang mempunyai masalah kejiwaan. Tapi jarang banget band Indonesia, apalagi yang terkenal, punya lirik berontak yang sekaligus pintar. Ujung-ujungnya paling keras bisanya menghujat pemerintah tanpa ngasih solusi yang jelas. Buruh bangunan pun bisa bikin lirik seperti itu. Lirik sederhana gak bermutu yang katanya pengalaman hidup atau apalah. Jadi ya percuma saja kalau ada band yang merasa sudah menjadi pemberontak hanya karena memakai kaos Ramones, tattoo or Mohawk, dandan keren ala The Beatles atau dandan seram mirip The Kiss, distorsi maksimum dengan drum ngebeat tapi lirik nya masih standar khas Indonesia (lirik cinta yang dangkal dan klip yang harus ada model cantik dan ganteng lagi berantem).
Seorang rebel akan menemui kesulitan mensupport band-band seperti ini. Lagipula, kenapa harus nyerah sama standard2 yang dibikin sama generasi sebelum kita, apa kita tidak punya hak untuk punya taste terhadap standard yang berbeda. Sekarang try to think! Kecenderungan apa aja yang ada di masyarakat kita yang kamu rasa mengganggu tidurmu? Ignorance is the real enemy. Kamu kesal setiap kali melihat masyarakat dengan santainya membuang sampah plastik sembarangan? Jadilah seorang yang pro-environment, ajari dan pengaruhi orang-orang di sekitarmu. Kalau kamu nggak tega melihat hewan-hewan yang dibunuh untuk dimakan, jadilah seorang vegetarian dan daftar ke pro2.com. Jika kamu udah muak dengan berita-berita hangat seputar mafia-mafia atau para koruptor yang semakin kurang ajar, bikinlah sebuah buku tentang bahaya laten korupsi, dengan sedikit ilmu tentang moral dan etika, ajarkan pada generasi muda kita, agar korupsi tidak lagi menjadi budaya kita. Kalo kamu merasa menyesal membeli majalah yang dipenuhi wajah-wajah infotainment nggak penting, bikin dan cetaklah majalahmu sendiri. Bosan sama design kaos distro yang makin seragam dan sering ditemui di jalan-jalan, bikin clothing-line mu sendiri. Akan lebih baik jika kamu melakukan itu semua daripada menjadi seorang fasis yang kaku.
See, banyak hal-hal berontak yang bisa kamu lakukan di Indonesia tanpa harus merugikan orang lain. Dan malah bias menguntungkanmu jika kamu bias memanage ‘kenakalanmu’. Orang sukses kan tidak harus kaya dan terkenal.
Jadilah seorang counter-culture with a big heart, yang bertanggungjawab, respect terhadap keluarga terutama kedua orangtua, lingkungan dan bumi pertiwi. Jangan jadi seorang rebel bodoh yang hanya mengejar status sosial dan status fashion. Knowledge is king and that’s all you need to be a real modern rebel.
So, are you a real rebel or just a wannabe rebel?? Ask to your heart..

AVG 2011 Free Edition

Menyambut Tahun Baru 2011, AVG mengeluarkan produk baru mereka yaitu AVG Anti Virus 2011 dan AVG Internet Security 2011. Fitur-fitur baru pun dibenamkan disini. Jika dibandingkan dengan AVG 9.0, jelas AVG 2011 ini lebih lengkap dan lebih peka terhadap virus yang kemungkinan menyerang laptop atau komputer anda. Uniknya lagi, AVG mengeluarkan Free Edition untuk anti virus dan internet securitynya. AVG juga mengeluarkan Free Trialnya selama 30 hari. Anda tertarik untuk mendownloadnya? Silahkan download  AVG for Windows (32 Bit) atau AVG for Windows (64 Bit) dalam edisi free dan trial. Tapi anda tidak perlu khawatir, kami menyediakan License Key yang berlaku sampai tanggal 26 Februari 2018. Anda bisa Kontak Saya untuk mendapatkan License Key tersebut.
28 Jan 2011

Update Anti Virus AVG Offline

Anda pengguna Anti Virus AVG? Bagaimana cara anda melakukan update anti virusnya? Mungkin anda lebih sering melakukan update anti virus secara online. Bukan hanya praktis, tapi dengan cara ini kita tidak perlu lagi repot-repot browsing di internet untuk mencari tempat mana yang menyediakan update terbarunya. Untuk melakukan update online, tentu sambungan internet mutlak diperlukan. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana kalau komputer anda tidak connect ke internet, dan anda ingin melakukan update anti virus AVG anda? Ternyata mudah. Syarat utamanya, ada sebuah laptop atau komputer milik anda atau teman anda yang menggunakan anti virus AVG dan terupdate online secara rutin. Mengapa diperlukan? Teknis dari update anti virus sendiri adalah mendownload file-file yang diperlukan untuk memperbarui anti virusnya. Kemudian file-file ini disimpan dalam suatu folder. Nah, file inilah yang kita butuhkan untuk update anti virusnya secara online. Tapi dimana kita bisa menemukan file-file ini? Jika anda mencarinya di program file atau tempat anda menyimpan file download terbaru, tidak akan anda temukan. Karena file ini diletakkan dalam folder, yang di Windows file ini di default hidden. Tempatnya ada disini :
c:\documents and settings\all users\application data\avg9\update\download. 
Jika anda kesulitan menemukannya, jalankan program run kemudian copy tulisan diatas ke dalamnya dan jalankan. Anda langsung diarahkan ke folder yang dimaksud dan copy semua file yang ada dalam folder download, kemudian pastekan ke tempat lain. Jika sudah, kita bisa membuka program AVG kita. Kemudian klik tombol Tools di bar atas, pilih Update From Directory dan pilih folder yang sudah anda siapkan tadi. Setelah itu AVG akan menjalankan sendiri proses updatenya dan memakan waktu kurang lebih menit. Setelah proses update selesai akan muncul kotak dialog yang menyarankan anda untuk merestart komputer anda. Jalankan restart atau tunda sesuai kebutuhan anda. Setelah komputer di restart, AVG anda akan otomatis terupdate. Mudah bukan?